KEMISKINAN GUNUNGKIDUL : 3.000 Balita Hidup Terlantar, Kurang Gizi & Hidup Tak Layak

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menggendong salah seorang anak terlantar yang ditampung di Pondok Pesantren Metal Muslimin Al Hidayah, Rejoso, Pasuruan, Jawa Timur, Minggu (5/7 - 2015). Dalam kunjungan itu Mensos juga memberikan bantuan berupa tas dan alat tulis kepada para santri yang tak lagi memiliki orang tua. Mensos Khofifah dalam kesempatan itu juga menyatajkan komitmen menanggung biaya makan 103 anak telantar di pondok pesatren. Ia juga mengemukakan harapan agar anak/anak terlantar yang ditampu
13 Oktober 2016 06:20 WIB Bhekti Suryani Gunungkidul Share :

Kemiskinan Gunungkidul tidak hanya dirasakan warga dewasa, tetapi juga balita.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Ribuan balita di Gunungkidul dikategorikan terlantar lantaran hidup dalam kemiskinan. Anak-anak itu butuh sentuhan pemerintah.

Dinas Sosial Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Gunungkidul melansir, potensi balita terlantar di Gunungkidul mencapai 3.000 anak.

(Baca Juga : http://cms.solopos.com/?p=754546">KEMISKINAN GUNUNGKIDUL : Masyarakat Prasejahtera Tunggu Pencairan Bantuan Pemerintah)

“Anak-anak terlantar itu tidak hanya yang yatim piatu, ada juga yang cuma yatim atau piatu tapi keluarganya miskin,” ungkap Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Gunungkidul Dwi Warna, Rabu (12/10/2016).

Ribuan balita tersebut kata Dwi tidak mendapat pasokan gizi dan kebutuhan hidup layak. Anak-anak malang itu tersebar di 18 kecamatan di Gunungkidul. Pemerintah kata dia telah menyiapkan sejumlah skenario untuk menuntaskan balita terlantar di Gunungkidul. Antara lain dengan bantuan anggaran, program kemitraan dengan lembaga masyarakat serta pemberdayaan keluarga.