Elf Wisatawan Bogor Terguling di Tanjakan Bundelan, 1 Tewas
Elf rombongan wisatawan asal Bogor terguling di Tanjakan Bundelan, Gunungkidul. Satu penumpang tewas dan lima orang dirawat.
Salah seorang penyandang disabilitas Gunungkidul sedang ujian praktek mendapatkan SIM D di Mapolres Gunungkidul, Sabtu (17/9/2016). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Ada peluang pungli di Polres Gunungkidul sehingga Kapolres membentuk satgas anti pungutan liar
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Jajaran Polres Gunungkidul membentuk satgas anti pungutan liar. Langkah ini dilakukan untuk memberantas pungutan dalam setiap proses pelayanan masyarakat, baik untuk internal atau pun instansi yang lain.
Kapolres Gunungkidul AKBP Nugrah Trihadi mengatakan, pembentukan satgas anti pungli merupakan tindak lanjut dari pemerintah pusat dan Markas Besar Polri dalam rangka memberantas praktik pungutan dalam rangka mempermudah dalam proses pelayanan.
Dalam pelaksanaannya, satgas ini akan melakukan pengawasan di internal polres dan luar instansi. Hanya saja, di awal pembentukan, tim ini akan fokus untuk pengawasan di internal kepolisian.
Mantan Kapolres Bangka Timur ini tidak menampik, adanya peluang pungli di internal yang menyangkut pelayanan Surat Izin Mengemudi dan pengurusan Surat Tanda Kendaraan Bermotor.
“Untuk pelaksanaan pengawasan juga dilakukan tertutup dan siap terjun sewaktu-waktu saat dibutuhkan,” katanya, Kamis (13/10/2016).
Dia menjelaskan, pembentukan satgas ini juga sebagai upaya memperbaiki citra polisi serta bagian dari peningkatan mutu pelayanan ke masyarakat. Nugrah pun berharap, partisipasi aktif dari masyarakat untuk melaporkan jika ada petugas di lingkup polres yang melakukan aksi pungli.
“Kami siap menindaklanjuti laporan itu. sebagai penanggungjawab, satgas, saya tegaskan jika praktik pungli tidak bisa ditolerir dan harus diberantas bersama-sama,” katanya.
Sementara itu, Kepala Satuan Lalulintas Polres Gunungkidul AKP Samiyono mengakui jika jajarnya menjadi sasaran public karena disinyalir banyak aksi pungli dalam pelayanan.
Namun demikian, ia menegaskan sejak awal masuk ke Gunungkidul beberapa bulan yang lalu sudah menegaskan untuk tidak menolerir aksi tersebut.
“Kalau memang ada petugas saya yang memungut biaya di luar seharusnya, silahkan laporkan dan pasti akan kami tindaklanjuti,” katanya.
Selain masalah pungli, kata Samiyono, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk mengurus keperluan dalam pelayanan secara mandiri. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya praktik percaloan, karena itu merupakan hal yang merugikan, terutama bagi pemohon sendiri.
“Ya kalau mengurus sendiri lebih enak dan tentunya biaya yang dikeluarkan juga lebih murah,” imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Elf rombongan wisatawan asal Bogor terguling di Tanjakan Bundelan, Gunungkidul. Satu penumpang tewas dan lima orang dirawat.
Nanang Hendarno resmi menjadi Dirut Telkom menggantikan Dian Siswarini. Simak profil dan susunan terbaru Direksi serta Komisaris Telkom.
Jadwal KRL Jogja-Solo 1 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan dari Jogja ke Palur. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Antrean Ketapang-Gilimanuk mencapai 17 km. ASDP mengoperasikan 26 kapal, tetapi kapasitas dermaga masih menjadi kendala.
Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat menyebut 138 orang jadi tersangka karhutla dan 68 perusahaan telah disegel.
Cangkringan mengevaluasi empat standar layanan publik dan mendorong inovasi serta masukan warga untuk memperbaiki pelayanan.