Gebyar Batik dan Jambore Jadi Awal Forum Komunikasi Desa Wisata DIY

Aktris senior Christine Hakim saat memerankan penjual makanan dalam cerita film Surga yang Terluka di kawasan objek wisata Gunung Gambar, Desa Kampung, Ngawen. Rabu (30/1/2016). (David Kurniawan/JIBI - Harian Jogja)
16 Oktober 2016 11:20 WIB Sunartono Jogja Share :

Gebyar Batik dan Jambore Desa - Kampung Wisata Jogja Istimewa 2016 di Gedung Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri, Kampus UGM, Sabtu (15/10/2016) menjadi awal terbentuknya forum komunikasi desa wisata DIY

Harianjogja.com, SLEMAN - Dinas Pariwisata DIY bersama Forum Komunikasi (Forkom) Desa Wisata se-DIY menggelar perhelatan Gebyar Batik dan Jambore Desa - Kampung Wisata Jogja Istimewa 2016 di Gedung Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri, Kampus UGM, Sabtu (15/10/2016). Kegiatan itu menghadirkan belasan desa wisata paling unggulan se-DIY.

Ketua Forkom Desa Wisata se-DIY Tri Harjono menjelaskan kegiatan tersebut diikuti 15 kampung dan desa wisata se-DIY. Mereka sebagian besar merupakan pilihan dan memiliki produk unggulan baik kerajinan, batik maupun olahan makanan.

"Ini merupakan rangkaian kegiatan sebelumnya. Jadi yang mengikuti ini kebetulan mereka sudah punya produk, sebagian besar memang batik," terangnya pengurus Pokdarwis Desa Wisata Bleberan, Playen, Gunungkidul ini, Sabtu (15/10/2016).

Meski hanya sehari, namun kegiatan itu dikemas dalam berbagai acara. Mulai dari pameran gebyar batik hasil karya warga di kampung wisata se-DIY sekaligus lomba membatik. Tak kalah meriahnya, acara itu dilengkapi dengan fashion show busana batik yang diikuti para perwakilan dari masing-masing daerah.

"Modelnya dari dimas diajeng kabupaten/kota se-DIY. Jadi yang dipakai itu batik asli yang dibikin oleh kampung wisata," ungkapnya.

Selain itu, tambahan acara lainnya adalah serasehan desa dan kampung wisata, seni pertunjukan dan gelar potensi desa wisata. Kegiatan sebenarnya sudah diawali dari 14 September 2016 lalu dengan dilaksanakan kenduri dari forum komunikasi desa wisata se DIY.

Kepala Dinas Pariwisata DIY Aris Riyanta dalam kesempatan itu menilai kegiatan itu termasuk acara monumental bagi desa dan kampung wisata di DIY. Pihaknya menyambut baik kegiatan wisata tersebut dan diharapkan ke depan bisa lebih meningkat lagi.

Selanjutnya para pelaku desa dan kampung wisata tinggal mulai memanfaatkan momentum kegiatan serupa untuk terus berkembang. "Ternyata perkembangan desa dan kampung wisata di DIY ini sangat besar. Kemudian dampak ekonominya sangat luar biasa," ungkap dia.

Harus diakui, kata dia, sebagian besar desa wisata telah mampu meningkatkan kawasannya sebagai tempat wisata. Sehingga tumbuh desa wisata dengan mulai tampak aktivitas ekonomi di tingkat lokal.

"Kegiatan ini, merupakan awal kegiatan forum komunikasi desa wisata DIY," ungkap dia.