PEMKOT JOGJA : APBD 2017 Defisit Rp139 Miliar, Lalu?

Walikota Jogja Haryadi Suyuti (paling kiri) bersama pimpinan dewan Kota Jogja saat Rapat Paripurna Pengantar Nota Kesepakatan Antara Pemerintah Kota Jogja dan DPRD Kota Jogja tentang Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2017 di DPRD Kota Jogja, Selasa (25/10/2016) malam. (Ujang Hasanudin/JIBI - Harian Jogja)
26 Oktober 2016 01:20 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Pemkot Jogja untuk APBD tahun depan akan ditutup dengan penerimaan pembiayaan

Harianjogja.com, JOGJA -- Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah diperkirakan mengalami defisit sebesar Rp139,7 miliar. Hal itu disampaikan Walikota Jogja Haryadi Suyuti dalam Rapat Paripurna tentang Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2017 di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jogja, Selasa (25/10/2016) malam.

Haryadi mengatakan pendapatan daerah direncanakan sejumlah Rp1,5 triliun yang terdiri dari pendapatan asli daerah (PAD) Rp510 miliar, dana perimbangan Rp838 miliar, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp151 miliar.

Sementara belanja daerah direncanakan Rp1,637 triliun, yang terdiri dari belanja tidak langsung Rp683 miliar dan belanja langsung Rp954 miliar, "Dengan demikian terjadi defisit anggaran Rp137.710.229.856," kata Haryadi.

Menurut Haryadi, defisit itu rencananya akan ditutup oleh penerimaan pembiayaan senilai Rp144 miliar. Ia menyatakan materi kebijakan umum APBD itu berdasarkan kerangka ekonomi dan asumsi-asumsi dasar penyusunan RAPBD, kebijakan pendapatan, belanja, dan pembiayaan daerah.
Materi KUA-PPAS itu juga mendasarkan pada tema pembangunan Kota Jogja dengan meningkatnya sumber daya manusia dan pelayanan publik yang berkualitas menuju Kota Jogja yang sejahtera, mandiri, nyaman, dan sejahtera.

Sementara Wakil Ketua DPRD Kota Jogja M.Ali Fahmi mengatakan apa yang disampaikan oleh walikota merupakan kerangka dalam penyusunan APBD. Ia meyakini pada kenyataannya nanti defisit bisa tertutupi dengan meningkatkan sumber pendapatan.

"Apalagi nanti ada beberapa kegiatan yang bisa dipangkas demi penghematan," kata dia. Berkaca pada APBD Perubahan 2016, kata dia, terjadi penghematan sebesar Rp71 miliar.