Pertama di Indonesia, Embarkasi Haji DIY Akan Berbasis Hotel
Untuk pertama kalinya di Indonesia, Embarkasi Yogyakarta akan mengganti konsep asrama haji menjadi penginapan berbasis hotel.
Ilustrasi penertiban atribut kampanye
Pilkada Jogja diatur sedemikian rupa untuk menciptakan suasana kondusif
Harianjogja.com, JOGJA -- Pemerintah Kota Jogja dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jogja sudah menetapkan sembilan titik larangan untuk dipasang alat peraga kampanye dalam pemilihan walikota dan wakil walikota Jogja 2017. Larangan tersebut untuk menjaga keindahan Kota Jogja.
Larangan pemasangan alat peraga kampanye di sembilan titik itu tertuang dalam Peraturan Walikota (Perwal) Nomor 89 Tahun 2016 tentang Pemasangan Alat Peraga Kampanye dan Penyebaran Bahan Kampanye Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Jogja 2017.
"Ini harus menjadi perhatian karena pengalaman sebelum-sebelumnya banyak alat peraga kampanye yang dipasang tidak pada tempatnya," kata Kepala Bidang Pengendalian Operasi, Dinas Ketertiban Kota Jogja, Totok Suryonoto dalam rapat koordinasi dengan tim pemenangan pasangan calon di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jogja, Rabu (26/10/2016).
(Baca Juga : http://www.solopos.com/2016/10/25/pilkada-jogja-baliho-petahana-harus-dicopot-763502">PILKADA JOGJA : Baliho Petahana Harus Dicopot)
Sembilan titik larangan dipasang alat peraga kampanye tersebut adalah di ruas Jalan Protokol seperti Jalan Laksda Adisucipto, Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Cikditiro, Jalan Margo Mulyo, Jalan Malioboro, dan Jalan Margo Utomo. Atribut kampanye juga dilarang di simpang jalan protokol tersebut dengan radius 25 meter.
Kemudian bangunan pojok benteng (jokteng) Kraton, Plengkung Gading, Plengkung Wijilan, Taman Adipura, termasuk ruang pemanfaatan di depannya; Alun-alun Utara dan Alun-alun Selatan; Rumah Sakit, Puskesmas, Sekolah, Perguruan Tinggi; Tempat Ibadah dan Taman Makam Pahlawan;
Jembatan, Terminal Bus, Halte, Pasar, Stasiun, Jalan Layang, dan Tempat Khusus Parkir; Badan Jalan dan Median Jalan; serta Tiang Bendera milik pemerintah, tiang lampu lalu lintas, lampu penerangan jalan, tiang listrik, tiang telepon, dan pohon.
Dalam perwal itu juga dijelaskan alat peraga kampanye dilarang berbau SARA. Selain peraga kampanye berupa baliho dan spanduk, bahan kampanye berupa stiker juga dilarang ditempel di rumah ibadah, rumah sakit, gedung pemerintah, sarana publik, sekolah, serta taman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Untuk pertama kalinya di Indonesia, Embarkasi Yogyakarta akan mengganti konsep asrama haji menjadi penginapan berbasis hotel.
Stadion Atlanta jadi venue semifinal Piala Dunia 2026. Cek jadwal lengkap fase grup hingga semifinal di sini.
KPK menduga Fadia Arafiq intervensi Pilkada Pekalongan 2024. Simak fakta OTT, aliran dana Rp19 miliar, dan kasusnya.
Makna sehat kini bergeser. Tak selalu sembuh total, penyakit kronik menuntut adaptasi dan cara hidup baru.
Summer Program UAJY 2026 hadirkan kolaborasi mahasiswa internasional dengan tema waste management dan pertukaran budaya di Jogja.
Harga emas Antam turun Rp13.000 jadi Rp2.785.000 per gram hari ini. Cek daftar lengkap harga emas Antam, UBS, dan Galeri24 terbaru.