PERTUMBUHAN EKONOMI DIY : Nilai Ekspor Meningkat 7,71%

28 Oktober 2016 15:54 WIB Kusnul Isti Qomah Jogja Share :

Pertumbuhan ekonomi DIY menunjukkan peningkatan

Harianjogja.com, BANTUL—Perkembangan ekspor Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menunjukkan tren yang baik. Pada 2016, pertumbuhan ekspor DIY tercatat sebesar 7,71%.

Direktur Jendelar Promosi dan Citra Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI Merry Maryati mengatakan, kondisi ekspor di DIY pada 2015 sebesar US$11,3 juta. Sementara itu, untuk  perkembangan ekspor DIY selama 2016 (Januari-Agustus) sebesar US$8,3 juta.

“Perkembangan itu menunjukkan peningkatan sebesar 7,71 persen dibandingkan tahun sebelumnya untuk periode yang sama [Januari-Agustus 2016],” kata dia di sela-sela pembukaan Pameran Produk Ekspor Daerah (PPED) di  Jogja Expo Center (JEC), Bantul, Kamis (27/10/2016).

Ia menyebutkan, hal itu menunjukkan sinyal yang bagus. Ia berharap pelaku usaha terus meningkatkan kualitasnya untuk keperluan ekspor. Selama 2016, ada lima besar negara tujuan ekspor DIY yakni ke Korea sebesar 41,96%, diikuti Singapura, Jepang, Vietnam, dan Malaysia. Adapun komoditas ekspor unggulan DIY yakni lebih ke produk kulit berupa sarung tangan, kemudian, jaket kulit, baju.

“Potensi lain yang bisa didorong adalah kerajinan tangan. DIY memiliki banyak perajin yang berbakat dan banyak yang sudah ekspor juga,” papar dia.

Ia melihat geliat pelaku usaha dari DIY sangat positif dan minat buyer terhadap produk dari DIY sangat besar. Para pelaku usaha harus terus melakukan perbakan kualitas di dalam negeri dan berorientasi ekspor. PPED kali ini diharapkan membawa dampak positif kepada UMKM di DIY.

“Saya harap pameran ini mampu meningkatkan ekspor non migas, mengenalkan produk dalam negeri ke luar negeri,” ujar dia.