WISATA BANTUL : Bambang Sering Mendengar Kebocoran Tiket di TPR, Tapi Tak Pernah Temukan

Aktivitas penarikan retribusi di pintu utama Pos Retribusi Baron. (David Kurniawan/JIBI - Harian Jogja)
28 Oktober 2016 15:12 WIB Irwan A Syambudi Bantul Share :

Wisata Bantul menghadapi masalah dengan adanya dugaan kebocoran tiket

Harianjogja.com, BANTUL— Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bantul panggil semua petugas Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) di semua objek wisata untuk tegaskan pemberantasan pungutan liar (Pungli).

Kepala Dibudpar klaim belum pernah mendapati kebocoran tiket retribusi pariwisata namun telah sering mendengar adanya kebocoran dan pungli.

Kepala Disbudpar Bambang Legowo mengakui sering mendengar adanya kebocoran tiket di setiap TPR yang ada di objek wisata. Meski demikian dia mengaku tidak pernah menemui adanya kebocoran tiket tersebut.

“Kalau saya tahu ada kebocoran [tiket retribusi wisata] pasti akan saya tutup. Tapi di mata saya tidak ada yang bocor, hanya sering mendengar [ada kebocoran],” ujar Bambang, Kamis (27/10).

Demi mencegah terjadinya kebocoran dan praktek pungli oleh petugas TPR. Bambang mengaku telah memanggil semua petugas TPR untuk menegaskan pemberantasan pungli sesuai dengan arahan pemerintah pusat. Kepada semua petugas TPR, dia menyebut telah meminta untuk mengundurkan diri jika tidak sangup melaksankan arahan tersebut.

Dia menyebut akan melakukan pengawasan terhadap kinerja petugas TPR. Salah satu hal yang akan diupayakan adalah dengan memasang poster-poster himbauan di setiap TPR. Isi himbauan itu kata Bambang seperti tulisan-tulisan yang berisi petunjuk pembayaran retribusi sesuai dengan tarif yang ditentukan.

Namun dalam pemberantasan pungli di TPR menurut dia terdapat kesulitan tersendiri di lapangan. Dia menyebut sebagian petugas TPR menjadi takut untuk memberikan diskon  ke pengunjung.

”Kesulitanya di lapangan itu petugas malah tidak mau memberikan diskon kepada pengunjung karena akan dikira melakukan pungli. Jadi hal seperti itu malah jadi kaku dan membuat pengunjung enggan untuk berkunjung lagi,” ungkapnya.