Residivis Pembacokan Solo Ditangkap, Korban Remaja Terluka
Polresta Solo menangkap residivis pelaku pembacokan remaja di Sangkrah dan Grogol. Korban mengalami luka bacok akibat celurit.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa atau Kesbang Kota Jogja, Sukamto (Pamuji Tri Nastiti/JIBI/Bisnis Indonesia)
Pemuda Pelopor terus didorong jumlah dan keberadaannya
Harianjogja.com, JOGJA — Badan Kesatuan Bangsa Pemerintah Kota Jogja mengajak generasi muda menjadi bagian masyarakat yang memiliki kontrol terhadap lingkungan hingga kebijakan pemerintahan, diimbangi dengan semangat positif lebih maju dalam berkarya, kreatif, dan mandiri.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa atau Kesbang Kota Jogja, Sukamto berharap momentum historis Sumpah Pemuda pada 28 Oktober menjadi tonggak pengingat untuk terus bangkit, berbenah, dan mawas diri.
“Pemuda boleh kritis terhadap pemerintahan dan kebijakannya, tetapi perlu mengedepankan solusi, usul yang membangun sebagai pemecahan masalah,” ungkapnya saat ditemui, Senin (24/10/2016).
Generasi muda masa kini, menurutnya, tidak melulu harus kritis terhadap kebijakan, namun bisa fokus lebih melihat ke dalam, mengelola diri untuk mendayagunakan kemampuan dan idenya menjadi berkembang dalam karya dan usaha.
Kesbang Kota Jogja berkomitmen mendukung kegiatan kepemudaan dan langkah nyata yang positif dan bisa menginspirasi generasinya. Pemuda yang mampu memberdayakan masyarakat dan mendukung tumbuhnya ekonomi akar rumput.
“Jangan hanya mampu membangun opini sesaat yang sesat, yang sarat kepentingan golongan. Pemuda diharapkan berwawasan dan tidak mudah tersulut.”
Kota Jogja melalui Badan Kesbang telah mengantisipasi potensi munculnya situasi ricuh tawuran, demonstrasi, dan ingar bingar berpotensi huru-hara antara lain melalui kerja sama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Ikatan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa DI Yogyakarta (IKPMDI).
Dalam forum-forum tersebut, Kesbang Jogja membangun semangat dan wawasan kebangsaaan bagi masyarakat dan khususnya menyasar generasi muda. Di pihak lain, masyarakat dan generasi muda memiliki wadah untuk pengembangan wawasan kebangsaan, kepemimpinan, cinta Tanah Air dan keberagaman.
Dalam menjalankan fungsinya, Kesbang Kota Jogja sejauh ini menggandeng pemuda, masyarakat, dan pelajar.
Harapannya generasi muda semakin tanggap terhadap isu baik politik, sosial, budaya hingga ekonomi. Salah satu program yang digulirkan yakni Program Pemuda Pelopor, melibatkan generasi muda yang menginspirasi dan melakukan aksi nyata untuk dirinya dan bermanfaat untuk orang lain.
“Pemuda yang menjadi inspirasi di antaranya mereka yang berangkat dari usaha dan semangat mandiri yang selanjutnya mampu berpikir untuk kemajuan masyarakat. Dalam Program Pemuda Pelopor, Kesbang memonitor, memberikan wadah diskusi, memberi ruang berbagi pengalaman, memberi motivasi, dan bagaimana pemuda ke depan tetap terus berkarya.”
“Kepada pemuda Kota Jogja, mari membangun kota tanpa anarkisme. Pada 15 Februari 2017 Kota Jogja akan mengadakan pesta demokrasi yang memilih wali kota dan wakil wali kota, mari gunakan hak pilih. Jangan sampai golput [golongan putih], gunakan hak sebagai warga negara karena yang menentukan arah ke depan adalah generasi muda. Pemuda berhak menuntut dan kritis ketika dia berperan,” tegas Sukamto
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Solo menangkap residivis pelaku pembacokan remaja di Sangkrah dan Grogol. Korban mengalami luka bacok akibat celurit.
SpaceX meluncurkan 29 satelit Starlink baru sehingga total satelit aktif melampaui 10.400 unit untuk memperluas layanan internet global.
Ombudsman RI mendorong sistem terpadu antarkementerian untuk pengawasan TKA dan pencegahan TPPO agar pengawasan lebih efektif.
Tribute to Erros Djarot di Java Jazz Festival 2026 menghadirkan musisi lintas generasi yang membawakan karya-karya legendaris sang maestro.
Jemaah haji Indonesia yang mengambil nafar tsani mulai bergerak dari Mina ke Makkah setelah menyelesaikan lontar jumrah pada hari Tasyrik ketiga.
Kanker kolorektal dapat dicegah dengan pola hidup sehat, konsumsi sayur dan buah, serta skrining dini melalui program Cek Kesehatan Gratis.