PILKADA KULONPROGO : Paslon Mana yang punya Dana Lebih Besar?

ilustrasi (ronald.blog.esaunggul.ac.id)
30 Oktober 2016 10:20 WIB Rima Sekarani Kulonprogo Share :

Pilkada Kulonprogo, tiap paslon laporkan jumlah dana

Harianjogja.com, KULONPROGO -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kulonprogo mengumumkan jumlah awal dana kampanye dari kedua pasangan calon bupati dan wakil bupati untuk Pilkada 2017. Tim Zuhadmono Azhari dan BRAy Pramastuti diketahui menyiapkan dana yang jauh lebih besar.

(Baca Juga :http://www.solopos.com/2016/10/29/pilkada-kulonprogo-sosialisasi-netralitas-pns-digelar-di-20-skpd-764493"> PILKADA KULONPROGO : Sosialisasi Netralitas PNS Digelar di 20 SKPD)

Ketua KPU Kulonprogo, Isnaini mengatakan, kedua tim paslon telah menyerahkan laporan awal dana kampanye (LADK) pada Kamis (28/10/2016). Kelengkapan dokumen tersebut kemudian diperiksa, termasuk mencermati rincian di dalamnya seperti besar pengeluaran dana kampanye, saldo awal, laporan sumbangan dana kampanye, hingga daftar penerima dana kampanye. LADK kedua paslon pun dinyatakan telah lengkap dan sesuai aturan.

KPU Kulonprogo kemudian mengungkapkan nilai rupiah yang tercantum dalam masing-masing LADK. Tim Zuhadomono-Iriani melaporkan pendapatan awalnya sebesar Rp69 juta. Angka itu diketahui lebih banyak dibandingkan dana awal dari pasangan Hasto Wardoyo dan Sutedjo yang mencapai Rp20 juta. Kondisi serupa juga tampak pada kolom jumlah pengeluaran.

“Penerimaan Tim Hadir Rp69 juta dan pengeluarannya Rp57,85 juta. Sementara penerimaan Sehat Rp20 juta dan pengeluarannya Rp0,” ungkap Isnaini, Jumat (28/10/2016).

Isnaini lalu mengaku belum menetapkan angka maksimal untuk total dana kampanye yang boleh disediakan paslon. Hal itu masih dalam proses penghitungan dan pembahasan bersama dengan pihak paslon.

“Kita sudah koordinasi dengan paslon lewat penghubung tetapi belum disepakati besarannya,” kata Isnaini.

Masa kampanye dimulai sejak Jumat pekan ini hingga 11 Februari 2017 mendatang. Penyerahan LADK wajib dilakukan pihak paslon pada H-1 masa kampanye. Hal itu telah dipenuhi semua paslon dengan mengumpulkan LADK pada Jumat sore.

Tim pemenangan Zuhadmono-Iriani, Yusron Martofa tidak ingin berkomentar terkait nilai LADK paslon nomor urut dua yang jauh lebih kecil. Menurutnya, hal itu tergantung dengan kebutuhan masing-masing tim.

Yusron menjelaskan, pengeluaran awal memang telah dilakukan untuk membiayai pengadaan kelengkapan alat tulis kantor (ATK), sewa gedung, menyiapkan alat peraga kampanye (APK) di luar pengadaan oleh KPU Kulonprogo, dan beberapa kebutuhan internal lain.

“Nanti coba kita efisienkan dananya,” ujar dia.