Lomba Karawitan di Bantul akan Ditambah Jemparingan, Tertantang?

Lomba Karawitan untuk kalangan Siswa dan Guru SD se-Bantul di Balai Desa Poncosari, Rabu-Kamis (16-17/11/2016). (Arief Junianto/JIBI - Harian Jogja)
17 November 2016 01:20 WIB Arief Junianto Bantul Share :

Lomba karawitan digelar di Bantul

Harianjogja.com, BANTUL-Guna menanamkan nilai-nilai luhur tradisi Jawa, tahun ini Dinas Pendidikan Dasar (Disdikdas) Bantul kembali menggelar Lomba Hasil Pembelajaran Materi Kearifan Lokal. Kali ini, rangkaian lomba yang digelar mulai 24 Oktober itu dipusatkan di Kecamatan Srandakan.

Sebagai puncaknya, pihak Disdikdas menggelar Lomba Karawitan untuk kalangan Siswa dan Guru SD se-Bantul. Acara itu digelar, Rabu-Kamis (16-17/11/2016) di Balai Desa Poncosari.

Kepala Bidang Sekolah Dasar Disdikdas Bantul Slamet Pamuji menjelaskan, lomba itu diikuti oleh perwakilan dari 17 Unit Pelaksana Teknis (UPT) se-Bantul. Masing-masing kelompok, tambahnya, yang terdiri dari 20 personel diwajibkan membawakan satu gending wajib.

Untuk kelompok siswa, gending yang diwajibkan panitia adalah ‘Panjurung’. Sedangkan untuk kelompok guru, gending yang diwajibkan panitia adalah ‘Ricik Ricik’ “Sedangkan untuk gending pilihan, kami juga sudah siapkan beberapa alternatif yang berbeda-beda antara kelompok siswa dan guru,” katanya.

Ia menjelaskan, tahun ini merupakan tahun kedelapan penyelenggaraan rangkaian lomba tersebut. Meski materi lomba yang digelarnya berbeda-beda, ia menegaskan Lomba Karawitan merupakan cabang lomba wajib yang tiap tahun pasti selalu akan ada.

“Justru cabang lomba yang baru kami pertandingkan adalah cabang jemparingan, yang kami gelar pada 26-27 Oktober lalu di Lapangan Babakan,” cetusnya.

Untuk lomba karawitan itu, pihaknya telah mengundang tiga orang juri dari kalangan akademisi Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Rencananya, Kamis (17/11/2016) pagi, pihaknya akan menggelar Lomba Karawitan khusus untuk kelompok guru.

“Sekaligus ada pengumuman para pemenang. Pemenang akan mendapatkan hadiah berupa piala, piagam, dan uang pembinaan,” terangnya.