KAMPUS DI JOGJA : Bawa Spanduk dan Kereta Kelinci, Puluhan Mahasiswa UGM Ini Ternyata Bukan Demo, tetapi...

Ratusan mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) dengan segala peraga demonstrasi berkonvoi mendatangi Grha Saba Pramana yang sedang menggelar prosesi wisuda, Rabu (16/11/2016). (Arif Wahyudi/JIBI - Harian Jogja)
17 November 2016 09:20 WIB Sleman Share :

Kampus di Jogja ini melakukan ritual unik

Harianjogja.com, SLEMAN-Ratusan mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) dengan segala peraga demonstrasi berkonvoi mendatangi Grha Saba Pramana yang sedang menggelar prosesi wisuda, Rabu (16/11/2016).

Para mahasiswa dengan berbagai moda transportasi melakukan longmarch dari kampus Fakultas Teknik menuju Grha Saba Pramana. Mereka membawa beragam poster yang ditenteng dengan bambu panjang. Ada pula spanduk bertuliskan orasi-orasi. Bendera fakultas berukuran jumbo juga mereka bawa seolah-olah hendak memboikot wisuda dengan aksi unjuk rasa.

Para mahasiswa ini juga menaiki kereta kelinci. Badan kereta kelinci sudah tertutup kain bertuliskan orasi-orasi yang mereka tuangkan.

Sepanjang jalan, aksi long march para mahasiswa ini pun menarik perhatian pengguna jalan. Sepertinya mereka akan menggelar aksi unjuk rasa mengingat atribut yang mereka bawa sudah identik dengan para demonstran. Tapi mereka menuju arah GSP.

Kedatangan para mahasiswa ke GSP ini ternyata tidak untuk mendemo Rektor UGM yang sedang memimpin prosesi wisuda. Mereka sengaja menggeruduk GSP hanya untuk menjemput para kakak tingkat yang sedang diwisuda.

Para mahasiswa ini langsung membuat dua barisan saling berhadapan. Mereka berjajar rapi begitu para kakak tingkat yang diwisuda keluar dari dalam ruangan. Dengan posisi saling berhadapan, mereka memberi jalan bagi para kakak tingkat.

Para mahasiswa juga karangan bunga. Sebagian dari mereka meneriakkan yel-yel motivasi serta sejumlah poster selayaknya atribut demonstrasi. Hanya saja, poster mirip atribut unjuk rasa itu tidak bertuliskan tuntutan sebagaimana aksi demo pada umumnya. Tulisannya hanyalah untaian-kata-kata penguat semangat buat kakak tingkat.

"Selamat berjuang di dunia kerja, doa kami selalu mengiringi," itu salah satu kata yang tertuang dalam poster mereka.

Usai melakukan seremoni singkat, sebanyak 38 wisudawan dari prodi Teknik Mesin itu langsung dibajak. Para wisudawan yang masih mengenakan toga lengkap selanjutnya digiring menuju kereta kelinci yang sudah dipersiapkan para adik tingkat.

Selanjutnya para wisudawan diangkut dengan kereta kelinci menuju kembali ke fakultas. Sementara di belakang kereta mini, ratusan adik tingkat mengikutinya dengan mengendarai sepeda motor. Sepanjang jalan mereka tidak henti-hentinya meneriakkan yel-yel penguat motivasi bagi para wisudawan.

Ketua Keluarga mahasiswa Teknik MesinĀ  (KMTM) UGM AzizĀ  Alfi R. mengungkapkan sambutan ala demonstran itu sengaja dilakukan sebagai ekspresi memberikan hal beda bagi kakak tingkat yang diwisuda.

"Mereka setelah ini mungkin akan meninggalkan Jogja, kami sebagai adik tingkat harus memberikan kesan pada hari terakhir mereka di kampus," paparnya kepada Harian Jogja, di sela-sela berlangsungnya aksi.

Kegiatan semacam itu sebenarnya rutin dilakukan setiap kali prosesi wisuda berlangsung. Hanya saja, konsep dan penyajiannya berbeda-beda dalam setiap momennya.