KASUS DB JOGJA : 11 Warga Jogja Meninggal karena DB

Iluistrasi perawatan pasien DBD. (JIBI/Solopos/Antara - Syaiful Arif)
19 November 2016 19:20 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Kasus DB Jogja memakan korban nyawa

Harianjogja.com, JOGJA-Penderita demam berdarah di Kota Jogja terus bertambah. Sampai pertengahan November ini penyakit yang disebabkan nyamuk aedes aegypti mencapai 1.475 kasus, 11 penderita di antaranya meninggal dunia.

"Kami terus mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan pemberantasan sarang nyamuk," kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Dinas Kesehatan Kota Jogja, Yudiria Amelia, saat dihubungi Jumat (18/11/2016).

Yudiria mengatakan kasus demam berdarah ini meningkat dibanding tahun lalu 943 kasus dengan angka kematian 11 orang. Menurutnya kenaikan kasus ini juga dikarenakan faktor cuaca yang memudahkan nyamuk berkembang biak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota jogja, Fita Yulia Kisworini, mengatakan telah melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi kasus demam berdarah. Dalam waktu dekat ini pihaknya akan meluncurkan sistem informasi untuk mensosialisasikan penyebaran penyakit demam berdarah berikut penanganannya.

Sistem informasi melalui website dan pesan singkat atau SMS gateway nantinya berisi imbauan tentang kesehatan termasuk dema berdarah. Namun sebelumnya akan dipetakan terlebih dahulu jumlah kasus sebaran demam berdarah tiap wilayah.

"Setiap ada perkembangan terbaru kami update dan informasikan kepda masyarakat agar masyarakat mengetahui kondisi faktual dan pencegahannya," kata Fita.

Namun demikian, Fita menyatakan sistem informasi itu hanya sebagai penunjang, penanganan utama untuk memberantas demam berdarah adalah kesadaran masyarakat menjaga pola hidup bersih dan sehat, memberantas sarang nyamuk, serta tidak terlambat membawa pasien ke rumah sakit jika terjadi demam.