Duta Besar Inggris Ajak Sultan Kerjasama Pendidikan dan Industri Kreatif

JIBI/Harian Jogja/Desi SuryantoSri Sultan hamengku Buwono X-Gubernur DI.Yogyakarta, Yogyakarta, Senin (27/07 - 2015).
23 November 2016 17:20 WIB Holy Kartika Nurwigati Jogja Share :

Duta besar Inggris mengajak Sultan bekerjasama di bidang pendidikan dan industri kreatif

Harianjogja.com, JOGJA-Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik tertarik menggandeng DIY untuk mempererat hubungan di bidang pendidikan, industri teknologi informasi dan industri kreatif.

Hal itu disampaikan dalam kunjungannya bertemu dengan Gubernur DIY, Sri Sultan HB X di Gedung Willis, kompleks Kepatihan, Rabu (23/11/2016).

"Sudah beberapa kali saya datang ke Jogja, tapi secara resmi baru kali ini," ujar Moazzam.

Duta besar yang sebelumnya pernah tinggal selama satu bulan di Jogja ini mengungkapkan, kota ini merupakan kota istimewa dan penting bagi Indonesia. Moazzam mengatakan Jogja memiliki banyak sumber daya anak muda. Hal ini tak terlepas dari sebutan Kota Pelajar yang melekat pada kota ini.

"Kota yang punya banyak remaja dari mana-mana. Anak mudanya berasal dari seluruh Indonesia," imbuh Moazzam.

Sudah beberapa hari, Duta Besar Inggris keturunan Pakistan ini berada di Jogja untuk kunjungan kerja. Moazzam menjelaskan perihal kedatangannya mengunjungi Sultan. Dia mengatakan, kedatangannya adalah ingin melihat potensi kerjasama yang dapat dijalin antara Kedutaan Inggris dengan DIY.

Lebih lanjut Moazzam mengatakan, banyaknya anak muda yang ada di kota ini memberikan potensi pengembangan industri kreatif. Bahkan, industri teknologi informasi juga bermunculan di kota ini yang sebagian besar digerakkan oleh anak-anak muda di kota ini.

"Saya berkesempatan berdiskusi dengan Sultan, bagaimana [cara] yang bisa dilakukan untuk mempererat hubungan antara kedutaan Inggris dengan DIY di bidang pendidikan dan industri kreatif ini," jelas Moazzam.

Sultan menyambut baik kunjungan Duta Besar Inggris ini. Sultan menyampaikan sebanyak 70% hingga 80% penduduk DIY sudah memanfaatkan teknologi informasi. Institusi pendidikan di DIY seluruhnya sudah tersentuh pendidikan teknologi informasi, bahkan hingga ke pelosok daerah seperti Kabupaten Gunungkidul.