PELUANG USAHA : Budidaya Ikan Hias Belum Diminati Warga Kulonprogo

Dua orang anak sedang mengamati ikan hias yang dipajang dalam akuariam di Kios Kelompok Mina Pesona, Desa Kranggan, Kecamatan Galur, Kulonprogo, Selasa (22/11/2016). (Rima Sekarani I.N./JIBI - Harian Jogja)
23 November 2016 20:55 WIB Rima Sekarani Kulonprogo Share :

Peluang usaha ikan hias di Kulonprogo masih terbuka lebar

Harianjogja.com, KULONPROGO-Budi daya ikan hias semakin diminati masyarakat Galur karena dianggap memiliki potensi bisnis yang cukup menjanjikan. Meski begitu, popularitasnya tetap belum seberapa dibandingkan budi daya ikan konsumsi.

Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kulonprogo, Sudarna mengatakan, pembudi daya ikan hias di Kulonprogo memang masih sedikit. Namun, jumlahnya diketahui bertambah cukup signifikan dalam setahun terakhir.

“Khusus di Galur, tahun 2015 itu ada 15 orang dan sekarang sudah 22 orang,” ungkap Sudarna, saat mengunjungi Kelompok Mina Pesona di wilayah Desa Brosot, Kecamatan Galur, Kulonprogo, Selasa (22/11/2016).

Menurut Sudarna masyarakat cenderung lebih melirik usaha budaya ikan konsumsi. Mereka menilai pangsa pasarnya lebih jelas karena dibutuhkan setiap hari sebagai salah satu bahan pangan.

Padahal, potensi ikan hias sebenarnya juga besar jika melihat banyaknya orang yang hobi memelihara ikan hias saat ini. “Jualnya juga per ekor, bukan per kilogram seperti ikan konsumsi,” ujar Sudarna.

Sudarna lalu memaparkan, DKPP Kulonprogo terus berupaya mendukung pembudi daya ikan hias untuk mengembangkan usahanya.

Salah satunya adalah membangun kios ikan hias pada 2015 lalu di Desa Kranggan, Galur. Kios itu kemudian dimanfaatkan Kelompok Mina Pesona sejak awal 2016.

Sekretaris Kelompok Mina Pesona, Arwan Tri Wiratno mengungkapkan, ada puluhan jenis ikan hias yang dijual di kios mereka. Diantaranya adalah ikan guppy, koki, deker, betta, cupang, dan komet. Harganya berkisar antara Rp500 hingga Rp50.000 per ekor.

Menurut Arwan, pemasaran ikan hias relatif mudah. Selain pembeli yang datang ke kios, banyak pula pengepul yang langsung ke lokasi budi daya. Dia juga menyetorkan stok ikan hias secara berkala ke Jogja. “Omsetnya sekitar Rp 5 juta per bulan,” ucap dia.

Arwan lalu mengatakan, Pemkab Kulonprogo telah memberikan berbagai bantuan kepada Kelompok Mina Pesona, seperti bantuan permodalan dan sarana prasarana pendukung lain.

Namun, dia berharap pemerintah bisa kembali memberikan bantuan dengan memfasilitasi kebutuhan kendaraan roda tiga untuk memperlancar kegiatan pemasaran. “Selama ini kita naik motor biasa kalau mengantar ikan ke Jogja dan itu kurang efektif,” kata Arwan.