Trans Jogja Tak Mematikan Angkutan Lain, Tapi ...

HarianJOgja/Gigih M. HanafiBus Trans Jogja terpaksa menurunkan penumpang di jalan akibat bus terjebak kemacetan panjang yang di sebabkan oleh aksi unjuk rasa penolakan pembangunan bandara yang menutup jalan Malioboro, Jogja, Rabu (22 - 4). Sejumlah bus trans JOgja terpaksa tidak menaikkan serta menurunkan penumpang pada halte Trans Jogja.
26 November 2016 12:20 WIB Sunartono Jogja Share :

Trans Jogja akan terus dikembangkan.

Harianjogja.com, JOGJA -- Dinas Perhubungan DIY segera mencabut izin trayek bus perkotaan seiring pengembangan Trans Jogja menjadi 17 jalur pada April 2017 mendatang. Tetapi, ada lima jalur bus perkotaan yang masih berupaya dipertahankan dengan melakukan revitalisasi armada.

(Baca Juga : http://www.solopos.com/2016/11/26/trans-jogja-trayek-108-bus-dicabut-5-jalur-dipertahankan-771935">TRANS JOGJA : Trayek 108 Bus Dicabut, 5 Jalur Dipertahankan)

Ketua Organda DIY Agus Adriyanto menyatakan, perkumpulan pengusaha angkutan perkotaan akan berkoordinasi, agar bisa menerima kehadiran Trans Jogja yang baru. Ia setuju, kehadiran Trans Jogja tersebut bukan untuk mematikan tetapi justru menghidupkan sebagian angkutan yang lain.

Pihaknya sejak awal menyadari rencana pemberlakuan 17 trayek Trans Jogja akan segera dilaksanakan pemerintah. Karena, rencana itu sebenarnya sudah tertuang dalam Pergub No. 22/2014 tersebut. Oleh karena itu, ia pun memaklumi jika perlu dilakukan pengurangan jumlah angkutan perkotaan. Akantetapi, pihaknya akan mempertahankan empat jalur bus perkotaan. Kelima jalur itu adalah jalur 2, jalur 4, jalur 7, jalur 12 dan jalur 15. Ia berharap dengan fokus pada lima jalur itu, pengelola angkutan perkotaan bisa melakukan revitalisasi armada yang lebih baik lagi.

"Perkotaan akan dipertahankan namun fokus pada lima jalur 2, 4, 7, 12 dan 15. Begitu Trans Jogja bertambah, perkotaan nntinya akan fokus pada lima jalur. Karena fokus kami harapkan ada revitalisasi, akan juga bertambah daripada sekarang," jelasnya, Jumat (25/11/2016)

Menurut Sigit, pihaknya mendukung, jika perkotaan akan fokus pada lima jalur setelah beroperasinya Trans Jogja yang baru. Mereka dimungkinkan akan memakai armada yang tidak terkena pencabutan izin trayek, terutama yang memenuhi syarat dan layak jalan.

Pihak telah berkoordinasi dengan operator Trans Jogja terkait kru angkutan perkotaan yang izin trayeknya bakal dicabut. Kru tersebut akan dibahas melalui konsorsium dan dimungkinkan mereka akan masuk dalam kru Trans Jogja namun melalui tes lebih dahulu.

"[Soal kru yang trayeknya dicabut] Akan dimasukkan [ke Trans Jogja] jika memenuhi persyaratan seperti melalui tes dan lain-lain,  kalau tidak ya ditempatkan di posisi yang lain," ungkap Sigit.