NARKOBA JOGJA : Mahasiswa Sasaran Empuk Para Bandar

ilustrasi narkoba jenis sabu-sabu. (JIBI/Solopos/Antara - Harviyan Perdana Putra)
27 November 2016 15:20 WIB Arief Junianto Jogja Share :

Narkoba Jogja masih banyak beredar di kalangan mahasiswa.

Harianjogja.com, JOGJA - Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY Sutarmono menegaskan penggunaan narkoba di Jogja mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir. Kendati begitu, dia menyatakan, Jogja tetap menjadi pangsa pasar istimewa bagi para bandar narkoba. Ribuan mahasiswa di Kota Pendidikan ini menurut dia merupakan sasaran empuk bagi para bandar narkoba.

Sutarmono  mengingatkan, posisi Jogja sebagai kota destinasi pendidikan menjadikan potensi bisnis mengiurkan para bandar lewat barang haram itu.

"Jogja ini ikon Indonesia mahasiswa-mahasiswa dari beragam daerah ada di sini. Kalau kita bisa mengarahkan ke hal baik, ini modal bagi pembangunan. Tapi kalau kita tidak mengarahkan, ya justru hanya dimanfaatkan para bandar narkoba," paparnya saat memberi sambutan dalam seminar Sosialisasi Pencegahan Penggunaan NAPZA yang diselenggarakan Pusat Studi NAPZA Universitas Islam Indonesia (UII) di Hotel Grand Tjokro, Sabtu (26/11/2016).

Sutarmono pun lantas berharap adanya proaktif dari semua perguruan tinggi untuk ikut berperan langsung dalam membentengi para mahasiswanya dari penyalahgunaan narkoba.

Tanpa bantuan dari perguruan tinggi, dia menyebut BNNP sangat kesulitan dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba ini.

"Apalagi sebentar lagi ada bandara baru. Tentu kewaspadaan harus semakin ditingkatkan," jelasnya.