PRESTASI MAHASISWA : Mobil Listrik UII Bisa Nge-Tweet Sendiri

Sejumlah mahasiswa Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (UII) memperlihatkan mobil Kaliurang Unisi Generasi 2.1 di kampus setempat, Jumat (25/11/201). (Arief Wahyudi/JIBI - Harian Jogja)
27 November 2016 16:22 WIB Sleman Share :

Prestasi mahasiswa Teknik Mesin UII untuk dunia otomotif.

Harianjogja.com, SLEMAN -- Mahasiswa Fakultas Teknik Mesin  Universitas Islam Indonesia (UII) menciptakan inovasi otomotif yang cukup membuat decak kagum seseorang orang.  Inovasi tersebut berupa mobil listrik.

Kaliurang Unisi Generasi 2.1, itulah nama mobil kebanggaan mahasiswa Fakultas Teknik UIi yang baru saja dirilis. Mobil listrik ini berbeda dengan hasil karya sejenis mahasiswa dari kampus lain. Secara bentuk fisik terlihat memang tidak berbeda jauh dengan mobil-mobil listrik yang diadu dalam kompetisi antar mahasiswa nasional. Tapi tegnologinya yang menjadikan Kaliurang Unisi ini lebih menonjol dari mobil listrik biasanya.

Mobil ini memiliki kemampuan IoT atau Internet of Things. Dengan teknologi itu, mobil dapat terkoneksi ke internet dan terhubung dengan semua peralatan berbasis jaringan di seluruh dunia. Bisa dikatakan teknologi IoT di mobil Kaliurang Unisi Generasi 2.1 ini hampir mirip seperti Skynet dalam film Terminator yang dibintangi aktor Hollywood Arnold Schwazeneger.

Dengan kemampuan ini, Kaliurang Unisi Generasi 2.1 mampu secara otomatis menulis status di akun Facebook dan Tweeter dengan sendirinya. Tidak ada yang mengendalikan semua aksi yang dilakukan mobil pintar inu di sosial media. Semua dilakukan secara otomatis.
Adapun akun pribadi mobil tersebut adalah Ulil Albab_EV.

Jadi tidak perlu seorang operator khusus yang selalu meng-update aktivitas si mobil ketika sudah berada di lintasan kejuaraan. Tanpa dikendalikan, mobil secara otomatis akan menulis apa yang telah dirasakannya.

"Saat ini yang biasa ditulis si mobil di facebook atau tweeter antara lain kondisi temperatur mesin, kecepatan maksimal hingga daya baterai sudah habis apa belum," papar Anggota tim Ulil Albab Student Centre (UASC) UII   Muhammad Fanriado menjelaskan kepada wartawan, Jumat (25/11/2016) pagi.

Apabila temperatur mobil sudah panas, biasanya mobil langsung membuat status di tweeter dan facebook. Bunyinya, Kaliurang Unisi Generasi 2.1 temperatur mesin mendekati 80 derajat celcius. Begitu pula ketika si pengemudi sudah mulai memacu kecepatan, mobil akan langsung menulis status, Kaliurang Unisi 2.1 ada di kecepatan 40 km/jam. Ketika kecepatan bertambah atau berkurang, updates status secara otomatis pun dilakukan seketika.
Uniknya, mobil ini juga bisa melakukan retweet atas cuitan yang disampaiakan ke status yang telah dibuat. Sayang, untuk membalas komentar di akun facebook, mobil ini belum bisa.

"Jadi begitu mobil ini mulai memasuki race dalam kejuaraan seketika itu pula membuat status di facebook dan tweeter," jelas mahasiswa angakatan 2012 itu.

Fanriado menyatakan belum sepenuhnya puas dengan argumen-argumen yang ditulis mobil pintar itu di media sosial. Menurutnya, argumen-argumennya masih sangat sederhana. Dia inginnya, argumen-argumen yang ditulis di media sosial lebih bervariatif.

"Ini masih coba kembangkan, kami pengennya untuk yang di akun facebook mobil sekaligus bisa membalas komentar yang ditautkan, kami tengah bekerja sama dengan mahasiswa jurusan Teknik Elektro dalam pengembangan ini," jelas Fanriado.

Keunggulan mobil Kaliurang Unisi Generasi 2.1 itu pun tidak hanya pada aspek teknologi IoT itu saja. Berbagai spesifikasi unggulan menjadi pendukung mobil itu bisa meraih prestasi di tingkat nasional. Kelistrikan pada mobil itu mengembangkan Bateray Management System (BMS) sehingga daya batarai bisa lebih awet. Sumber energinya berasal dari baterai lithium polymer berkapasitas 20Ah dengan kemampuan discharge mencapai 600 Ampere. Bobot baterai yang hanya 5 kg semakin membuat mobil bisa melaju hingga 65 km/jam.

Demikian halnya untuk sistem pengereman. Tim UASC UII memilih menggunakan sistem pengereman hidrolik seperti halnya pada mobil. Sementara mobil-mobil listrik lainnya masih mempertahankan memakai sistem pengereman seperti pada sepeda motor. Tampilam paling mencolok pada mobil Kaliurang Unisi Generasi 2.1 ini adalah bagian sayap belakang atau downforce yang biasa dimiliki mobil balap. Downforce akan menekan ke arah bawah saat mobil melaju dengan kecepatan tinggi. Hal itu penting agar ban tetap melekat dengan jalan sehingga mobil bisa melaju lebih stabil di kecepatan tinggi tanpa ada risiko selip atau tergelincir.

Kaliurang Unisi Generasi 2.1 itu memang sengaja dirancang sesuai spesifikasi kompetisi mobil listrik yang terfokus pada kecepatan dan kestabilan.
Mobil tersebut dibekali mesin listrik magnet permanen berdaya 2000 watt atau setara tiga tenaga kuda dengan torsi mencapai 80 Nm.

Ketua Tim UASC Nazri Affandi Pasaribu menjelaskan seluruh sistem penggerak dan utilisasi pada mobil ini telah terkoneksi dengan ponsel berbasis android sehingga semua sensor di mobil bisa membaca dan melaporkan langsung ke server. Selain itu mobil juga bisa dikendalikan tanpa pengemudi melalui remote kontrol.