BENCANA SLEMAN : Diguyur Hujan 2 Hari, Banyak Titik Longsor dan Masih Ada Ancaman

Lokasi tebing tanah longsor di salah satu titik di kecamatan Prambanan Sleman. (Foto Istimewa, dokumen warga)
02 Desember 2016 20:20 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Bencana Sleman terjadi berupa sejumlah titik tanah longsor

Harianjogja.com, SLEMAN-- Hujan deras yang berlangsung sejak Kamis (1/12/2016) hingga Jumat (2/12/2016) kemarin menyebabkan sejumlah titik bencana. Selain pohon tumbang dan tanah longsor, hujan lebat disertai angin itu menyebabkan kerusakan infrastruktur.

Dari pantauan Harianjogja.com, hujan mengakibatkan kebun bambu di Dusun Trini, Trihanggo, Gamping longsor. Tebing yang longsor sepanjang 10 meter, dengan ketinggian 10 meter lebar tiga meter. Akibatnya, dua rumah warga masing-masing milik Guno Prayitno, 74, dan Iwan, 46, rusak akibat peristiwa itu.

Beruntung, enam orang dan satu bayi keluarga Guno dan empat orang dan dua balita keluarga Iwan selamat dari peristiwa itu.

“Alhamdulillah semua selamat. Kejadiannya tadi malam. Saat hujan turun, kami sekeluarga berada di dalam rumah, tiba-tiba terdengar suara gemuruh,” kata Iwan warga RT 04 Trini, Trihanggo, Jumat (2/12/2016).

Selain menimbulkan kerusakan material, rimbunan bambu dan material longsor juga menutup arus Kali Denggung serta memutus aliran listrik di wilayah tersebut.

Untuk mengantisipasi longsor susulan, warga bersama Badan Penanggunalangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman menutup longsor dengan terpal di sekitar tebing yang rawan longsor.

“Hanya kerusakan saja, tidak ada korban jiwa. Kami bersama warga saat ini membersihkan bambu agar arus sungai tidak terhambat,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Makwan.

Longsor tersebut juga mengancam tiga rumah warga sekitar. Masing-masing milik, Eko Wantoro, 32, Ngatijo, 60 dan Dulhadi, 65. Berbeda rumah milik Eko dan Ngatijo, ancaman longsor paling potensial bisa menimpa rumah Dulhadi.

Pasalnya, kondisi pondasi rumah tersebut paling dekat dengan bibir kebun bambu tersebut. “Kami berharap, agar warga selalu meningkatkan kewaspadaannya mengingat saat ini masih terjadi cuaca ekstrim,” katanya.

Tidak hanya menyebabkan longsor, Makwan menjelaskan, hujan dan angin kencang juga menyebabkan pepohonan tumbang di tujuh titik. Sebanyak lima titik pohon tumbang terjadi terjadi di wilayah Cangkringan.

Sementara dua lainnya terjadi di Pakem dan Moyudan. "Sebagian pohon yang tumbang menimpa rumah dan kabel listrik sehingga aliran listrik sempat terputus," kata Makwan.

Tingginya intensitas hujan kemarin, juga merusak talut akibat jalan ambrol di padukuhan Kwagon RT 03 RW 02 Sidorejo, Godean. Dimensi talut yang longsor sepanjang 15 meter dengan lebar 1.5 meter setinggi tiga meter. Akibatnya, masyarakat di wilayah tersebut menutup akses jalan untuk kendaraan roda empat.