Status BPBD Gunungkidul Bakal Naik dari Tipe B ke Tipe A
BPBD Gunungkidul direncanakan naik dari Tipe B ke Tipe A melalui revisi perda kelembagaan yang dibahas Pemkab dan DPRD.
Kondisi terkini di jalan ambles di Dusun Jono, Desa Tancep, Ngawen, Jumat (2/12/2016). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Bencana Gunungkidul berakibat listrik mati hingga dua hari
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Jalan ambles di Dusun Jono, Desa Tancep, Ngawen tidak hanya memutus akses jalan di sekitar lokasi. Sebab peristiwa itu juga sempat memutus aliran listrik di dusun tersebut selama dua hari.
Putusnya aliran listrik tidak lepas karena rusaknya jaringan instalasi milik PLN di sekitar lokasi. Namun demikian, padamnya listrik ke rumah-rumah warga sudah bisa teratasi sejak Kamis (1/12/2016) malam.
“Kalau ditotal listrik padam selama dua hari,” kata Susanto, salah seorang warga Desa Tancep, Ngawen kepada wartawan, Jumat (2/12/2016).
Dia menjelaskan, putusnya aliran listrik dikarenakan ambruknya tiang listrik milik PLN di sekitar jalan ambles. Akibatnya kabel yang menghubungkan listrik ke rumah-rumah warga putus sehingga untuk sementara waktu aliran dihentikan demi keselamatan.
“Begitu ambruk, PLN langsung memutus aliran listrik dan melakukan upaya perbaikan. Adapun caranya dilakukan dengan memindah tiang listrik dari sisi timur jalan [di lokasi jalan ambles] ke sisi barat yang dirasa lebih aman,” ungkapnya.
Hal senada diungkapkan oleh Sukardi, Tokoh Masyarakat di Desa Tancep. Menurut dia, amblesnya jalan kabuapten di Dusun Jono sempat memutuskan aliran listrik ke rumah-rumah warga. Hanya saja, masalah tersebut sudah diselesaikan oleh PLN sehingga aliran listrik kembali lancar dan bisa disalurkan ke rumah warga.
“Padamnya listrik berlansung selama dua hari satu malam, tapi sejak Kamis malam sudah hidup lagi,” katanya.
Meski aliran listrik sudah kembali lancar, dia pun berharap agar jalan yang ambles bisa segera diperbaiki. Pasalnya, selain mengganggu aktivitas warga, kerusakan tersebut bertambah parah seiring dengan hujan yang terus turun.
“Kami takut kalau dibiarkan akan makin parah. Sebagai buktinya, kerusakan itu sudah mencapai hampir dua meter amblesnya,” imbuhnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Gunungkidul Eddy Praptono menegaskan kesiapannya untuk memerbaiki sejumlah fasilitas dan ruas jalan yang rusak akibat cuaca ekstrem. Untuk perbaikan, sudah disiapkan anggaran swakelola sekitar Rp2 miliar.
“Dana ini tidak hanya untuk perbaikan di jalan di Desa Tancep, tapi juga untuk kerusakan lain seperti yang di Desa Tambakromo, Ponjong,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul direncanakan naik dari Tipe B ke Tipe A melalui revisi perda kelembagaan yang dibahas Pemkab dan DPRD.
KPK menyita Rp250 juta dari PCNU Nias yang diduga berkaitan dengan politik uang Muktamar ke-35 NU dan penyidikan kasus ATR/BPN.
Cek jadwal perpanjangan SIM Kulonprogo 21 Oktober 2026 di MPP, lengkap dengan jadwal Satpas 1450, SIMENOR, SIM Keliling, dan syaratnya.
DPRD Kulonprogo mengawal perkembangan investasi di kawasan industri Sentolo sekaligus mendorong kelompok wanita tani memperkuat ekonomi lokal.
Bahlil Lahadalia menilai ketua umum parpol perlu melakukan tindakan nyata agar dilihat Generasi Z. Ia juga meminta kader Golkar mendengar aspirasi rakyat.
HIPMI Kulonprogo mengapresiasi program prioritas pemerintah pusat, sekaligus mendorong perluasan program untuk meningkatkan daya beli dan memperkuat UMKM daerah