HARGA KEBUTUHAN POKOK : Masih Stabil Tinggi, Tunggu Pengajuan Operasi Pasar

Seorang pembeli tengah memilih dagangan dilapak pedagang sembako di Pasar tradisional Piyungan. Pada hari pertama berlakunya harga baru BBM, sejumlah harga kebutuhan pokok untuk non-pabrikan sudah mulai berguguran seperti sayuran, daging, telur, beras dan cabai. (JIBI/Harian Jogja - Endro Guntoro)
03 Desember 2016 07:20 WIB Kusnul Isti Qomah Jogja Share :

Harga kebutuhan pokok yang tinggi coba diatasi dengan operasi pasar.

Harianjogja.com, JOGJA -- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY menunggu pengajuan pemerintah kabupaten dan kota untuk melaksanakan operasi pasar.

Kepala Disperindag DIY Budi Antono mengatakan Disperindag DIY telah mengedarkan surat ke kabupaten dan kota apakah akan meminta operasi pasar. Namun, ia mengaku masih menunggu permohonan dari kabupaten dan kota untuk menggelar operasi pasar.

"Kami sudah edarkan surat apakah butuh OP atau tidak karena belum tentu kabupaten dan kota membutuhkan. Agar OP ini tidak muspro [sia-sia]. Kami sediakan apa yang dibutuhkan kabupaten dan kota," ujar dia di Jogja.

Ia mengatakan sebetulnya Disperindag berencana melakukan OP nonberas. Namun, adanya perubahan musim ini belum menimbulkan kebutuhan pengadaan OP nonberas karena pasokan barang di pasaran masih tersedia.

"Setiap hari kami melakukan monitoring kondisi bahan pangan dipasarkan. Hasil monitoring selalu kami laporkan sampai kementerian," papar dia.

Ia mengatakan untuk mengatasi tingginya harga bahan pangan, hal yang harus dilakukan yakni memotong panjangnya rantai distribusi. Disperindag DIY berencana mempertemukan produsen dan penjual sehingga ditemukan jalan keluar yang tepat. "Panjangnya rantai distribusi tergantung dari jenis komoditas. Misalnya cabai, itu butuh cepat karena bisa busuk [tidak tahan lama]," ujar dia.

Sementara itu, Lurah Pasar Beringharjo Timur Sumarno mengatakan, kondisi harga bahan pangan Jumat (2/12/2016) menunjukkan harga cabai mengalami penurunan karena stok di pasaran sudah banyak. Harga cabai rawit merah turun dari Rp55.000 per kg menjadi Rp46.000 per kg. Harga cabai merah keriting turun dari Rp55.000 menjadi Rp45.000 per kg.

Harga cabai merah besar turun dari Rp60.000 menjadi Rp50.000, cabai rawit hijau turun dari Rp40.000 menjadi Rp38.000.

"Untuk bawang merah turun dari Rp40.000 jadi Rp35.000, bawang putih dari Rp38.000 turun jadi Rp34.000 per kg, sedangkan telur naik dari Rp17.500 menjadi Rp18.000," ujar dia.