BENCANA GUNUNGKIDUL : Kerugian Material Capai Ratusan Juta

Petugas BPBD kota Solo berusaha menyingkirkan pohon asem yang tumbang menutup Jl Slamet Riyadi, Gendengan (depan RS Slamet Riyadi), Selasa (29/3/2016). Pohon asem tua tersebut ambruk akibat lapuk dan tak kuat menahan terpaan angin kencang saat hujan. (Sunaryo HB/JIBI - Solopos)
07 Desember 2016 05:20 WIB Bhekti Suryani Gunungkidul Share :

Bencana Gunungkidul selama beberapa waktu ini menimbulkan sejumlah kerugian.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL -- Rentetan bencana tanah longsor dan angin kencang yang terjadi beberapa waktu terakhir di Gunungkidul mengakibatkan kerugian material senilai ratusan juta rupiah. Sejumlah rumah rusak berat dan tiga jalan hingga kini masih terputus.

(Baca Juga : http://www.solopos.com/2016/12/05/bencana-gunungkidul-polisi-pasang-garis-kuning-di-lokasi-longsor-773990">BENCANA GUNUNGKIDUL : Polisi Pasang Garis Kuning di Lokasi Longsor)

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul mencatat, sedikitnya terdapat tiga rumah yang rusak berat akibat diterjang longsor. Sementara belasan rumah lainnya mengalami rusak ringan.

“Nilai kerusakannya satu rumah ada yang sebesar sepuluh juta ada yang tujuh juta. Tapi kalau ditotal nilainya ratusan juta kerugiannya,” terang Budhi Harjo, Selasa (6/12/2016).

Kejadian longsor paling banyak ditemukan di wilayah Gedangsari. Di sana pula satu rumah warga rusak berat, tepatnya di Dusun Jelok, Desa Watugajah. “Rumahnya sampai jebol itu kejadian di Watugajah. Memang Gedangsari sejauh ini banyak terdapat lokasi longsor. Meski secara umum kejadian ini merata di enam kecamatan,” tuturnya lagi.

Enam kecamatan yang dimaksud Budhi Harjo yaitu Gedangari, Nglipar, Patuk, Ngawen, Semin dan Ponjong. Sejumlah wilayah tersebut ditetapkan sebagai zona merah longsor. Ditambahkannya, kerusakan bernilai ratusan juta tersebut belum termasuk infrastruktur publik seperti jalan dan jembatan yang juga dihajar banjir dan tanah longsor. Saat ini kata dia, pemerintah terus mendata kerugian-kerugian yang timbul akibat bencana longsor.

Data rumah rusak berat akan diusulkan ke Pemerintah DIY untuk dibantu perbaikan rumahnya. Sedangkan rumah rusak ringan akan dibantu BPBD Gunungkidul.

“Selain diupayakan bantuan oleh pemerintah, kami juga meminta warga setempat untuk turut membantu bergotong royong melakukan perbaikan rumah. Jadi ada bantuan dari pemerintah serta swadaya masyarakat,” imbuhnya lagi.