Hiphop, Diplomasi yang Datang dari Jalanan
Program Next Level di Bantul menunjukkan jejak diplomasi hiphop sebagai medium ekspresi generasi muda dan dialog budaya lintas negara.
Sebuah alat berat diterjunkan untuk membongkar bangunan di Pantai Cemoro Sewu, Parangtritis Kretek Bantul, Rabu (14/12/2016). (Arief Junianto/JIBI/Harian Jogja)
Restorasi gumuk pasir mulai dilakukan dengan merobohkan bangunan di Pantai Cemoro Sewu
Harianjogja.com, BANTUL-Dua dari empat alat berat dikerahkan aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bantul untuk meratakan bangunan yang ada di kawasan zona inti gumuk pasir, Cemoro Sewu, Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Rabu (14/12/2016) pagi.
Kepala Satpol PP DIY GBPH Yudaningrat mengakui, proses eksekusi ini dilakukan oleh 466 personel gabungan, dari Satpol PP DIY, Brimob Polda DIY, Satpol PP Bantul, dan Polres Bantul. Tercatat, setidaknya ada 15 unit bangunan yang dirobohkan.
Perobohan itu dilakukannya atas dasar habisnya masa rembug yang diberikan Pemerintah DIY kepada warga penghuni zona inti. Dikatakannya, pihaknya sudah memberikan waktu musyawarah sebanyak tiga kali.
"Tapi warga itu terkesan mencla-mencle. Jadi kami pun tak punya pilihan lain selain eksekusi," tegasnya.
Ia pun menegaskan bahwa pihak pemerintah sudah menyiapkan lahan relokasi untuk 28 KK. Itulah sebabnya, menurut Gusti Yuda, warga seharusnya bisa kooperatif.
Sayangnya, hingga hari eksekusi, lahan relokasi itu masih belum bisa ditempati. Pasalnya, hingga kini lahan seluas kurang lebih 1500 meter persegi itu masih dilakukan perataan lantaran kondisi tanah yang masih belum bisa didirikan bangunan. "Secepatnya kami akan rampungkan," janjinya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Khofifah Indar Parawansa meminta penguatan distribusi beras SPHP, Minyakita, dan LPG 3 kilogram untuk mendukung operasional KDKMP di Jawa Timur.
Disdik Kota Semarang mengevaluasi penyebab sejumlah SD negeri kekurangan murid meski lulusan PAUD mencapai lebih dari 22 ribu anak pada 2026.
Realisasi PBB-P2 Kulonprogo mencapai Rp29 miliar atau 71,29 persen. Lima kalurahan berhasil melunasi pajak hingga 100 persen pada semester I 2026.
Pelaku industri kosmetik meminta wajib halal Oktober 2026 ditunda satu tahun karena kesiapan UMKM dan sertifikasi bahan baku impor masih menjadi tantangan.
Karantina Ketapang menggagalkan pengiriman sekitar 200 burung liar tanpa dokumen karantina dari Bali menuju Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.