BPJS KESEHATAN : Pemkab Siapkan Rp40 M Bayar Iuran Peserta Eks Jamkesda

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sleman Kulonprogo Janoe Tegoeh Prasetijo (kiri) dan Bupati Sleman Sri Purnomo (kanan) usai penandatanganan kerjasama integrasi Jamkesda ke BPJS di Aula Kantor Sekretariat Daerah Sleman, Rabu (14/12/2016). (Abdul Hamid Razak/JIBI - Harian Jogja)
14 Desember 2016 21:24 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

BPJS Kesehatan, tahun depan ada peralihan peserta jamkesda.

Harianjogja.com, SLEMAN -- Mulai tahun depan, peserta program jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) beralih menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menyiapkan dana Rp40 miliar untuk membayar iuran warga untuk 2017.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan integrasi peserta Jamkesda ke BPJS Kesehatan merupakan amanat UU. Integrasi Pelayanan Jaminan Kesehatan ini didasarkan pada Peraturan Presiden No.19/2016 tentang perubahan kedua atas PP No.12/2013 tentang Jaminan Kesehatan. Dia berharap, kerjasama tersebut dapat menjadi media strategis untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat.

“Kepesertaan Jaminan Kesehatan bersifat wajib. Mereka yang belum menjadi peserta dapat diikutsertakan dalam program ini,” katanya usai menandatangani MoU dan Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan BPJS Kesehatan di Aula Kantor Sekretariat Daerah Sleman, Rabu (14/12/2016).

Asisten Sekda Bidang Pembangunan Sleman Suyamsih mengatakan, Pemkab mendaftarkan pemegang karta Jamkesda sebanyak 51.924 jiwa sebagai peserta penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan. Adapun pekerja bukan penerima upah (PBPU) sebanyak 33.491 jiwa atau pemegang kartu Jamkesda mandiri, didorong untuk membayar iuran sendiri. Pemkab, katanya, menyediakan dana Rp40 miliar di APBD 2017 untuk membayar iuran PBI BPJS.

“Peserta Jamkesda Mandiri tetap dilayani sesuai kontraknya. Kalau kontraknya habis, tidak diperpanjang. Mereka didorong mendaftarkan sendiri sebagai peserta BPJS Kesehatan,” ujarnya.