Advertisement
SEKATEN JOGJA : Kegiatan Usaha di Alun-Alun Utara Setelah PMPS Dianggap PKL Liar
Advertisement
Sekaten Jogja, pedagang diminta untuk membongkar lapaknya sendiri.
Harianjogja.com, JOGJA — Dinas Ketertiban Kota Jogja memperingatkan kepada pemilik stan Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) di Alun-alun Utara untuk membongkar sendiri lapaknya karena PMPS sudah berakhir sejak Senin (12/12/2016) lalu.
Advertisement
(Baca Juga : http://www.solopos.com/2016/12/14/sekaten-jogja-dintib-peringatkan-pemilik-stan-pmps-776565">SEKATEN JOGJA : Dintib Peringatkan Pemilik Stan PMPS)
"Rencananya tanggal 17 Desember saya baru tutup," kata seorang pemilik stan pakaian yang enggan menyebut namanya. Ia nekat masih berjualan karena masih banyak wisatawan yang lalu lalang ke Alun-alun Utara.
Namun, tidak sedikit juga stan yang sudah mulai dibongkar, seperti stan permainan dan stan makanan di bagian tengah. Kepala Dinas Ketertiban Kota Jogja, Nurwidi Hartana berharap pembongkaran stan PMPS tidak melebihi sepekan seperti tahun-tahun sebelumnya.
Karena itu, Dinas Ketertiban, melayangkan surat peringatan pembongkaran stan, kemarin.
"Setelah berakhirnya PMPS tidak boleh ada kegiatan usaha di halaman Alun-Alun Utara, kalau masih ada berarti itu masuk PKL liar, harus ditertibkan," tegas Widi, , saat dihubungi Rabu (14/12/2016).
PMPS telah memeriahkan peringatan Hari Lahir Nabi Muhammad SAW sejak 18 November lalu. Total ada 444 stan PMPS yang disewakan oleh panitia dengan harga Rp6.000 per meter per hari. Target pendapatan PMPS pun dipatok Rp1 miliar.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Pertanian, dan Perikanan (Disperindagkoptan) Kota Jogja, Lucy Irawati, selaku panitia PMPS, Selasa (13/12/2016) mengatakan target pendapatan sudah terpenuhi dan sudah masuk ke ke daerah. Sementara kesepakatan persewaan stan sudah berakhir seiring berkhirnya PMPS.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Laporan Warga Berujung Pemeriksaan Kajari Sampang oleh Kejagung
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- Pilkades Serentak Gunungkidul 2026 Tetap Manual, Ini Alasannya
- Dongkrak Kualitas Destinasi, DIY Targetkan Standar Global di JBM 2026
- Puluhan Siswa Sentolo Keracunan, MBG Jadi Dugaan Awal
- Lupa Cabut Kunci, Motor Warga Trirenggo Bantul Digondol Pencuri
- Alokasi Dana Desa Sleman 2026 Turun Rp19 Miliar, Kalurahan Putar Otak
Advertisement
Advertisement



