ISC B 2016 : Jelang Final, Cedera dan Kebugaran Pemain Ancam PSS dan PSCS

16 Desember 2016 11:55 WIB Jumali Sleman Share :

ISC B 2016, PSS Sleman perlu mempersiapkaan diri secara maksimal

Harianjogja.com, SLEMAN — PSS Sleman dan PSCS Cilacap terancam tidak mampu memaksimalkan skuatnya jelang babak final ISC B di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (17/12/2016) malam. Cederanya sejumlah pilar utama dan mepetnya waktu pemulihan kebugaran menjadi penyebab kedua kesebelasan terancam tak tampil maksimal.

Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro mengatakan, terkurasnya fisik pemain dan buruknya kondisi lapangan di Stadion Bumi Kartini, Jepara, tempat dilangsungkannya babak 8 besar serta semifinal setidaknya empat pemain Laskar Sembada terancam absen pada babak final.

Keempat pemain tersebut adalah Deny Rumba, Chandra Waskito, Waluyo dan Dave Mustaine. Keempatnya terancam absen karena mengalami cedera usai menjalani laga pada babak 8 besar dan semifinal ISC B.

Meski demikian, pelatih berlisensi B AFC ini mengungkapkan masih akan memantau kondisi keempat pemain tersebut hingga jelang laga.

“Karena agak lumayan parah itu semua,” kata Seto kepada Harian Jogja, Kamis (15/12) siang.

Seto mengungkapkan jika keempat pemain tersebut absen akan sangat merugikan skuatnya. Sebab, selama ini empat pemain itu menjadi pilihan utama dalam mengarungi ISC B 2016.

Pada lini tengah, pelatih asal Kalasan ini, selalu memasang Dave bersama dengan Dirga Lasut. Jika Dirga Lasut selama ini diposisikan sebagai penjemput dan membagikan bola ke semua area, maka peran Dave lebih kepada meneruskan bola dari Dirga. Lewat kedua pemain inilah built up serangan diolah. Dave juga telah menyumbangkan satu gol untuk PSS.

Sementara di posisi bek, keberadaan Waluyo tidak kalah penting bagi PSS. Sempat absen beberapa laga pada babak reguler karena cedera, pria asal Banyumas ini membuktikan diri masih tangguh menjadi palang pintu PSS. Waluyo bahkan mencatatkan diri sebagai pemain yang paling banyak melakukan clearence dan melakukan tackling dan mengeblok serangan lawan.

Untuk posisi bek sayap, absennya Deni Rumba juga bakal banyak berpengaruh terhadap pola serangan dan bertahan PSS. Sebab, eks pemain PSIS Semarang ini tidak hanya telah mengemas satu gol untuk PSS pada babak 8 besar, Rumba juga memiliki catatan statistik cukup baik. Berduet dengan Crah Eka Angger dan lebih banyak memainkan peran sebagai gelandang sayap kanan, Rumba sejauh ini menjadi pemain bek sayap dengan akurasi pasing mencapai 78%, pasing sukses 23 dan clearances 3.

Sementara untuk lini depan, absennya Chandra Waskito dipastikan bakal sangat berpengaruh terhadap penampilan PSS. Sebab, pemain asal Solo ini telah mencatatkan diri sebagai pencetak gol terbanyak untuk PSS. Selama enam kali membela PSS, sudah lima gol sukses dicetak oleh eks pemain Persis Solo ini. Pemain ini juga mencatatkan diri sebagai pemberi asist terbanyak untuk PSS.

Meski demikian, Seto Nurdiyantoro mengaku telah menyiapkan sejumlah rencana cadangan menghadapi Laskar Nusakambangan, PSCS Cilacap pada babak final. Selain menyiapkan sejumlah pemain pengganti untuk empat pemain yang terancam absen karena cedera, dirinya juga mengingatkan barisan pertahanan untuk lebih tampil solid dan memaksimalkan komunikasi. Sebab, akibat lemahnya komunikasi antarlini, PSS gagal mencatatkan cleansheet pada dua laga terakhir. Pada dua laga terakhir yang digelar di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, gawang Agung Prasetya, selalu kebobolan yakni dua gol saat melawan Perserang dan satu gol saat melawan Perssu.

“Soal transisi kembali saya ingatkan. Meski saya belum tahu kekuatan dari PSCS, namun masalah transisi dari menyerang ke bertahan harus kami tata ulang, terutama komunikasi,” ungkap Seto.

PSCS Pilih Langsung ke Solo

Sementara ancaman kelelahan dan terganggunya kebugaran pemain juga dialami PSCS jelang babak final. Pelatih PSCS Gatot Barnowo mengatakan, waktu singkat jelang babak final menghadapi PSS membuat pihaknya memilih langsung membawa skuat ke Solo. Hal ini dilakukan karena pelatih asal Jogja ini tidak ingin masa pemulihan dan kebugaran para pemainnya terganggu.

“Ini langsung ke Solo. Mudah-mudahan ini bisa mengatasi masalah kebugaran pemain. Waktunya sangat singkat, jadi kami maksimalkan saja di Solo,” ungkap Gatot dihubungi Harian Jogja secara terpisah.

Eks pelatih Persip Pekalongan ini menandaskan, meski telah mengetahui secara jelas kekuatan dari PSS, dirinya tidak akan menyiapkan strategi khusus saat berhadapan pada babak final. Gatot tetap meminta kepada Jimy Suparno dan kawan-kawan tampil terbuka dan memaksimalkan peluang yang ada. “Karena kondisinya akan sama-sama. Masa recovery pendek, jadi tidak ada strategi khusus,” ucap Gatot.