Laboartorium Obah #3 dan Cara Menjadi Manusia di Tengah Riuhnya Dunia
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Salah seorang warga tengah melintas di area peruntukan kawasan industri, Dusun Banyakan II, Desa Sitimulyo, Kecamatan Piyungan, Kamis (21/5/2015) siang. (JIBI/Harian Jogja/Arief Junianto)
Kawasan Industri Piyungan, kelompok peternak akhirnya setuju
Harianjogja.com, BANTUL -- Setelah sempat tarik ulur, kelompok peternak di kawasan Desa Srimulyo akhirnya sepakat direlokasi lantaran lokasinya akan digunakan untuk Kawasan Industri Piyungan (KIP). Empat dari total tujuh kelompok peternak itu telah menyepakati lahan relokasi yang telah disiapkan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Srimulyo. Kini lokasi keempat kelompok itu pun sudah rata dengan tanah.
(Baca Juga :http://www.solopos.com/2016/11/19/kawasan-industri-piyungan-harga-belum-cocok-warga-masih-menolak-770040"> KAWASAN INDUSTRI PIYUNGAN : Harga Belum Cocok, Warga Masih Menolak)
Kepala Desa Srimulyo Wajiran saat dihubungi wartawan, Selasa (20/12/2016) siang menjelaskan, keempat lokasi yang sudah bersepakat dengan Pemdes, masing-masing ada di Dusun Kradenan, Cikal, Payak, dan Bintaran Wetan. Sedangkan tiga kelompok lainnya yang berada di Dusun Jolosutro, Jasem, dan Jimbon, rencananya baru akan ia relokasi pada tahun 2017 mendatang. Sementara jumlah total peternak di 7 kelompok itu mencapai lebih dari 200 orang.
Lebih jauh ia menjelaskan, keempat kelompok itu akan direlokasi ke lahan baru yang lokasinya tak jauhdari kandang lama. Dengan begitu, peternak tak merasa dirugikan dengan adanya proses relokasi tersebut.
Untuk proses relokasi itu, pihaknya telah menyiapkan anggaran sebesar Rp92 juta yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) 2016. Dari total anggaran itu, masing-masing peternak nantinya akan mendapatkan dana senilai Rp500.000.
“Sedangkan tiga kelompok lainnya, kami anggarkan Rp72 juta pada APBDes 2017. Bahkan yang di Kradenan malah sudah dilakukan perataan lahan, ” akunya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Metode RFA jadi solusi atasi benjolan tiroid tanpa operasi. Minim risiko, tanpa bekas luka, hasil efektif bertahap.
Imigrasi Soetta ungkap dua modus haji ilegal, dari visa wisata hingga visa kerja. Puluhan jemaah berhasil dicegah.
Persib Bandung bantah isu tunggakan gaji. Transfer ban FIFA ternyata terkait kasus kontrak Daisuke Sato.
Krisis Selat Hormuz picu ancaman ekonomi global. IMF, Bank Dunia, IEA, dan WTO soroti pasokan minyak dan energi.
Final Liga Champions 2026 hadirkan duel Rice vs Vitinha. Siapa paling dominan di lini tengah dan bawa tim juara?