Gunungkidul Siaga Kekeringan hingga Agustus, BPBD Siapkan 1.500 Tangki
BPBD Gunungkidul menetapkan siaga darurat kekeringan hingga 31 Agustus 2026. Sebanyak 1.500 tangki air disiapkan untuk mengantisipasi krisis air bersih.
Suasana jual beli di Pasar Argosari, Kamis (26/10/2016). Sejak satu minggu lalu harga cabai terus mengalami kenaikan. (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Harga kebutuhan pokok di Gunungkidul melonjak pada musim liburan ini
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok di Pasar Argosari, Wonosari, Kamis (22/12/2016). Hasilnya barang-barang di pasaran diklaim lebih stabil dibandingkan dengan harga-harga yang terjadi di akhir tahun lalu.
Kendati demikian, dari sejumlah kebutuhan yang disurvei ada tiga komoditas yang mengalami kenaikan. Barang-barang tesebut di antaranya cabai rawit, bawang putih dan telur.
Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan ESDM Pemerintah DIY Sugeng Purwanto mengatakan, secara umum harga-harga kebutuhan di Pasar Argosari relatif stabil. Hal itu terlihat dari pemantauan dimana tidak ada perubahan harga yang signifikan.
"Tidak banyak yang berubah karena yang naik hanya cabai rawit, telur dan bawang putih,” kata Sugeng di sela-sela pemantauan, kemarin.
Dia menjelaskan, dari tiga komoditas, cabai rawit mengalami kenaikan harga tertinggi ketimbang dengan barang-barang yang lain. Beberapa hari lalu, kata Sugeng, cabai rawit dipasarkan di harga RP60.000 per kilogram, namun kemarin harganya naik menjadi Rp70.000.
“Kalau telur dan bawang putih kenaikan hanya di kisaran Rp4.000 per kilo, sedang cabai rawit sampai Rp10.000,” ungkapnya.
Adanya kenaikan tersebut, menurut dia, tidak mencerminkan harga-harga di pasaran. Kenaikan ketiga komoditas terjadi karena pasokan barang umumnya berasal dari luar daerah sehingga membutuhkan biaya lebih untuk transportasi.
“Kenaikan itu belum memberikan pengaruh ke barang-barang yang lain karena banyak yang masih sama dan bahkan ada yang turun seperti bawang merah dan gula pasir,” katanya.
Dia menambahkan, jika dilihat dari pergerakan harga dengan yang terjadi di tahun lalu, maka saat kondisi sekarang lebih stabil. Hal itu tidak lepas dari banyaknya barang kebutuhan pokok yang harganya tetap sama. “Kondisi saat ini lebih baik karena banyak barang yang tidak naik meski mendekati natal dan tahun baru,” ungkap Sugeng.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul menetapkan siaga darurat kekeringan hingga 31 Agustus 2026. Sebanyak 1.500 tangki air disiapkan untuk mengantisipasi krisis air bersih.
Menkeu siapkan TKD 2027 hingga Rp90 triliun, perkuat fiskal daerah lewat APBN, pembiayaan infrastruktur, dan sinergi pusat daerah.
Salin Aslimas Banyumas optimalkan ZIS untuk perluas perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan sektor informal.
PLN pulihkan pembangkit besar di Jawa yang sempat gangguan. Pasokan listrik kembali stabil dan pemadaman bergilir diminimalkan.
SK Bupati Kulonprogo terbit, Lurah Garongan dinonaktifkan usai jadi tersangka dugaan pungli dan kasus penyalahgunaan wewenang.
PKN 2026 Pekalongan sukses tarik 17 ribu pengunjung. AI batik jadi sorotan, dorong inovasi UMKM dan ekonomi kreatif daerah.