DPRD JOGJA : Kenaikan Uang Saku Tak Bebani Anggran, Ini Penyebabnya

04 April 2017 07:22 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

DPRD Jogja, nominal uang saku harian kunjungan keras naik

Harianjogja.com, JOGJA -- Uang saku harian kunjungan kerja anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jogja naik dari Rp1 juta menjadi Rp1,7 juta. Kenaikan uang saku sudah diberlakukan per Senin (3/4/2017).

Baca Juga : http://m.solopos.com/2017/04/03/dprd-jogja-uang-saku-harian-dewan-kota-naik-dari-rp1-juta-ke-rp17-juta-807111">DPRD JOGJA : Uang Saku Harian Dewan Kota Naik, Dari Rp1 Juta ke Rp1,7 Juta

Kenaikan ini sebelumnya sudah diusulkan dewan pada 7 Maret lalu. Kemudian disepakati kemarin. Berdasarkan data dari Sekretariat DPRD Kota Jogja, anggaran kunjungan kerja dewan tahun ini sebesar Rp26,8 miliar.

Anggaran kunjungan kerja itu meliputi kunjungan kerja pimpinan dewan, kunjungan kerja tiap Komisi, Badan Anggaran, Badan Musyawarah, Badan Legislasi, Badan Kehormatan, Panitia Khusus (Pansus) yang mencapai 30 Pansus, bimbingan teknis, reses, pertemuan Asosiasi DPRD Seluruh Indonesia (Adeksi), serta fungsi pendampingan pejabat eksekutif.

"Kunjungan kerja untuk dalam dan luar jawa," ucap Koko, Senin (3/4/2017)

Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kota Jogja, Kris Sarjono mengatakan kenaikan uang saku dewan kota hampir sama dengan Kabupaten Sleman. Ia juga mengklaim kenaikan uang harian itu tidak membebani anggaran karena diambilkan dari pos anggaran lain yang juga menjadi hak dewan.

"Komponen biaya penginapan hotel dipotong, dikurangi, dimasukkan ke komponen uang harian. Jadi keuangan daerah tidak terbebani" ujar Kris.