HARGA KEBUTUHAN POKOK : HET Ditetapkan, Pembelian Gula Pasir di Toko Modern Dibatasi

Gula pasir yang dijual Tri Rohani di Pasar Beringharjo, Jogja masih di harga normal Rp13.000 per kg, Senin (19/9/2016). (Kusnul Isti Qomah/JIBI - Harian Jogja)
12 April 2017 14:08 WIB Bernadheta Dian Saraswati Jogja Share :

Harga kebutuhan pokok untuk komoditsd guls psdir, minyak goreng dan daging sudah ditetapkan HET

 

Harianjogja.com, JOGJA-Toko ritel modern turut menyukseskan program pemerintah dalam upaya menstabilkan harga tiga komoditas pangan yaitu dengan memasang Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk tiga komoditas. Gula pasir dengan HET Rp12.500 per kg, minyak goreng Rp11.000 per liter, dan daging beku Rp80.000 per kg.

Berdasarkan pantauan Harianjogja.com ke beberapa toko ritel modern di Sleman, Selasa (11/4/2017), pihak pengelola toko sudah memasang banner yang berisi informasi HET ketiga komoditas tersebut. Namun untuk beberapa toko ada yang hanya menyajikan dua komoditas yaitu gula pasir dan minyak goreng.

Di Indomaret Jalan Kaliurang Km.12,3 misalnya, tidak ada komoditas daging beku yang disediakan untuk dijual. Selain menampilkan pengumuman HET terbaru, dalam banner yang dipasang pada bagian depan toko juga menginformasikan bahwa pembelian komoditas hanya berlaku satu piece per hari.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Yuna Pancawati membenarkan hal tersebut. Pembelian yang dibatasi telah disetujui Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Pusat. Menurutnya aturan pembatasan pembelian tersebut bertujuan untuk  mengantisipasi adanya oknum yang membeli barang dalam jumlah banyak untuk kepentingan dijual kembali.

“Pembatasan ini juga supaya masyarakat juga tidak panic buying,” tuturnya pada Harianjogja.com, Selasa (11/4/2017).

Panic buying sendiri merupakan sebuah kondisi dimana konsumen berlomba-lomba untuk membeli komoditas dalam jumlah banyak meski tidak membutuhkan. Dalam kondisi tertentu, panic buying muncul saat ada  informasi kenaikan harga komoditas sehingga membuat konsumen terburu-buru untuk membeli komoditas tersebut sebelum harganya naik. Hal ini biasa terjadi untuk komoditas bahan bakar minyak.

Pemberlakuan HET ketiga komoditas yang berlaku mulai 10 April-10 September tersebut juga sudah diterapkan di Alfamart. Hanya saja, sampai saat ini toko modern ini baru menerapkan penjualan komoditas gula pasir.

“Kalau minyak goreng kita hanya menyediakan yang 2 liter. Kalau aturan HET itu kan yang diatur yang 1 liter. Gula pasir juga yang kemasan 1 kg, sementara yang 750 gram tidak,” kata Regional Corporate Communication Manager PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart Alfamidi) Firly Firlandi.

Untuk gula pasir sendiri, ada dua merek yang dijual yaitu merek Alfamart dan Gulaku. Keduanya mengalami turun harga pasca ditetapkannya aturan HET tersebut. Gula merek Alfamart jenis lokal putih sebelumnya dijual Rp16.600 per kg dan jenis premium Rp14.200 per kg. Merek Gulaku juga sebelumnya dijual di kisaran Rp16.000. Sejak
adanya aturan HET tersebut, semua merek gula kemasan 1kg turun harga menjadi Rp12.500.

Disinggung keuntungan yang diperoleh pasca pemberlakukan program tersebut, Firly hanya mengatakan bahwa pada dasarnya Alfamart mendukung program Pemerintah karena tujuannya untuk menstabilkan harga. “Itu [aturan HET] juga sudah disosialisasikan ke suplier jadi kita ikuti harga dari suplier saja,” tuturnya.

Ia berharap, dengan keterlibatan Alfamart dalam program ini, Alfamart bisa turut andil menekan laju inflasi. Meski demikian ia tetap meminta agar ketersediaan barang tetap terpenuhi selama program tersebut diterapkan.