Advertisement
HARGA KEBUTUHAN POKOK : HET Ditetapkan, Pembelian Gula Pasir di Toko Modern Dibatasi
Advertisement
Harga kebutuhan pokok untuk komoditsd guls psdir, minyak goreng dan daging sudah ditetapkan HET
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA-Toko ritel modern turut menyukseskan program pemerintah dalam upaya menstabilkan harga tiga komoditas pangan yaitu dengan memasang Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk tiga komoditas. Gula pasir dengan HET Rp12.500 per kg, minyak goreng Rp11.000 per liter, dan daging beku Rp80.000 per kg.
Berdasarkan pantauan Harianjogja.com ke beberapa toko ritel modern di Sleman, Selasa (11/4/2017), pihak pengelola toko sudah memasang banner yang berisi informasi HET ketiga komoditas tersebut. Namun untuk beberapa toko ada yang hanya menyajikan dua komoditas yaitu gula pasir dan minyak goreng.
Di Indomaret Jalan Kaliurang Km.12,3 misalnya, tidak ada komoditas daging beku yang disediakan untuk dijual. Selain menampilkan pengumuman HET terbaru, dalam banner yang dipasang pada bagian depan toko juga menginformasikan bahwa pembelian komoditas hanya berlaku satu piece per hari.
Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Yuna Pancawati membenarkan hal tersebut. Pembelian yang dibatasi telah disetujui Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Pusat. Menurutnya aturan pembatasan pembelian tersebut bertujuan untuk mengantisipasi adanya oknum yang membeli barang dalam jumlah banyak untuk kepentingan dijual kembali.
“Pembatasan ini juga supaya masyarakat juga tidak panic buying,” tuturnya pada Harianjogja.com, Selasa (11/4/2017).
Panic buying sendiri merupakan sebuah kondisi dimana konsumen berlomba-lomba untuk membeli komoditas dalam jumlah banyak meski tidak membutuhkan. Dalam kondisi tertentu, panic buying muncul saat ada informasi kenaikan harga komoditas sehingga membuat konsumen terburu-buru untuk membeli komoditas tersebut sebelum harganya naik. Hal ini biasa terjadi untuk komoditas bahan bakar minyak.
Pemberlakuan HET ketiga komoditas yang berlaku mulai 10 April-10 September tersebut juga sudah diterapkan di Alfamart. Hanya saja, sampai saat ini toko modern ini baru menerapkan penjualan komoditas gula pasir.
“Kalau minyak goreng kita hanya menyediakan yang 2 liter. Kalau aturan HET itu kan yang diatur yang 1 liter. Gula pasir juga yang kemasan 1 kg, sementara yang 750 gram tidak,” kata Regional Corporate Communication Manager PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart Alfamidi) Firly Firlandi.
Untuk gula pasir sendiri, ada dua merek yang dijual yaitu merek Alfamart dan Gulaku. Keduanya mengalami turun harga pasca ditetapkannya aturan HET tersebut. Gula merek Alfamart jenis lokal putih sebelumnya dijual Rp16.600 per kg dan jenis premium Rp14.200 per kg. Merek Gulaku juga sebelumnya dijual di kisaran Rp16.000. Sejak
adanya aturan HET tersebut, semua merek gula kemasan 1kg turun harga menjadi Rp12.500.
Disinggung keuntungan yang diperoleh pasca pemberlakukan program tersebut, Firly hanya mengatakan bahwa pada dasarnya Alfamart mendukung program Pemerintah karena tujuannya untuk menstabilkan harga. “Itu [aturan HET] juga sudah disosialisasikan ke suplier jadi kita ikuti harga dari suplier saja,” tuturnya.
Ia berharap, dengan keterlibatan Alfamart dalam program ini, Alfamart bisa turut andil menekan laju inflasi. Meski demikian ia tetap meminta agar ketersediaan barang tetap terpenuhi selama program tersebut diterapkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
KJRI Jeddah: Jemaah Umrah Korban Bus Terbakar Pulang 31 Maret
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Prameks 28 Maret dari Jogja ke Kutoarjo, Ini Rinciannya
- Empat Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 28 Maret 2026
- Prakiraan Cuaca Sabtu 28 Maret Hujan Ringan Merata di DIY
- Tabrakan Maut Lawan Truk Hino di Jalur Jogja-Wonosari, Pemotor Tewas
- Urus SIM Akhir Pekan di Jogja, Ini Jadwal Sabtu 28 Maret 2026
Advertisement
Advertisement



