Polisi Gunungkidul Bikin Peta Potensi Teror

Kapolres Gunungkidul AKBP Nugrah Trihadi (tengah) saat memaparkan rencana pemetaan rawan bunuh diri di Mapolres, Kamis (28/7/2016) (David Kurniawan/JIBI - Harian Jogja)
14 April 2017 07:20 WIB Irwan A Syambudi Gunungkidul Share :

Polisi Gunungkidul memperketat pengamanan

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Polisi Resort (Polres) Gunungkidul memperketat pengamanan, dan membekali rompi antipeluru bagi setiap petugas yang berjaga di setiap pos pengamanan. Hal itu dilakukan setelah adanya aksi serangan teroris di Polres Banyumas pada Selasa (11/4/2017) lalu.

Wakil Kepala Polres (Wakapolres) Gunungkidul, Kompol Verena Sri Wahyuni mengatakan kini pihaknya lebih waspada dengan adanya serangan terorisme. “Di pos penjagaan dipertebal kemudian juga dilengkapi dengan rompi anti peluru dan lain sebagainya,” kata dia, Rabu (12/4/2017).

Terlebih saat ini aparat kepolisian menjadi salah satu sasaran aksi teror, sehingga segala prosedur sistem keamanan anggota harus dijalankan. Khususnya saat bertugas di lapangan para petugas harus hati-hati dan memegang teguh profesionalisme.

“Polisi menjadi salah satu sasaran aksi terorisme karena polisi adalah aparat penegak hukum. Jadi ya memang ini sudah menjadi resiko pekerjaan,” kata dia.

Sementara itu, upaya antisipasi terhadap aksi terorisme juga dilakukan dengan melakukan komunikasi dan pemetaan terhadap paham-paham radikal yang dapat memicu aksi teror. Pasalnya menurut dia, kemungkinan aksi teror dapat terjadi dimana saja.

Oleh sebab itu, pihaknya mengaku kerap melakukan sosialisasi perihal bahanya fahan radikalisme. Selain ke sejumlah kelompok pemuda, pihaknya juga melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah yang disinyalir menjadi salah satu tempat kaderisasi penganut faham radikal.