PEMDA DIY : Ini Latar Belakang 6 Pejabat yang Bersaing Perebutkan Kursi Sekda DIY

Ilustrasi kursi jabatan (JIBI/Solopos - Dok.)
17 April 2017 10:22 WIB Sunartono Jogja Share :

Pemda DIY, kursi Sekda DIY menarik perhatian pejabat lokal.

Harianjogja.com, JOGJA -- Sebanyak enam pejabat setingkat eselon IIA bersaing dalam memperebutkan kursi Sekretaris Daerah (Sekda) DIY. Mereka akan mengikuti berbagai rangkaian tes untuk memilih salahsatu yang paling layak menjadi pimpinan tertinggi madya Sekda di lingkungan Pemda DIY.

Baca Juga : http://m.solopos.com/2017/04/17/pemda-diy-6-pejabat-bersaing-perebutkan-kursi-sekda-diy-siapa-saja-810119">PEMDA DIY : 6 Pejabat Bersaing Perebutkan Kursi Sekda DIY, Siapa Saja?

Keenam pejabat yang telah dinyatakan lolos seleksi administrasi antara lain dua Kepala Badan, dua Kepala Dinas, seorang Sekda di kabupaten/kota dan satu pejabat Asisten Sekda. Mereka adalah Arofah Noor Indriani, Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan DIY, disusul Budi Wibowo kini menjabat sebagai Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah DIY. Kemudian Sigit Sapto Rahardjo yang menjabat sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY dan Untung Sukaryadi selaku Kepala Dinas Sosial DIY. Dua pejabat lainnya adalah Gatot Saptadi yang dalam posisi saat ini rangkap jabatan sebagai Asisten Sekda Bidang Ekonomi Pembangunan serta Plt Kepala Dinas Perhubungan, dan Astungkoro kini sebagai Sekda Kulonprogo.

Seluruh pejabat tersebut memiliki latar belakang berbeda, namun berada di posisi eselon yang sama. Gatot Saptadi misalnya, di 2012 masih berada di golongan III A sebagai Kepala Bidang Sarana Prasarana Bappeda DIY yang kemudian dilantik ditahun yang sama sebagai Kepala BPBD DIY. Selama di BPBD DIY, Gatot lebih banyak berkutat memback up penanganan pasca rekonstruksi Merapi. Hingga akhirnya di 2014, Gubernur DIY memberikan kepercayaan menduduki jabatan sebagai Penjabat Bupati Sleman selama proses Pilkada berlangsung. Gatot kemudian ditarik kembali ke markas Pemda DIY sebagai Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan Setda DIY. Hingga April 2017, Gatot masih merangkap sebagai Kepala Pelaksana Dinas Perhubungan DIY yang ditinggalkan oleh armahum Sigit Haryanto pada Desember 2016 silam.

Sedangkan Budi Wibowo, mengawali karirnya sebagai PNS di Kulonprogo, pernah menduduki jabatan penting di lingkungan Pemkab Kulonprogo seperti Kepala Bawasda (saat ini Inspektorat), Kepala Bappeda dan 2010 dilantik sebagai Sekda Kulonprogo. Pada 2012, Budi Wibowo pernah mengeluarkan pernyataan menolak rencana ekspor konsentrat oleh PT Jogja Magasa Iron (JMI) selakau pemegang hak penambangan pasir besi. Penolakan itu disampaikan karena menyalahi kontrak karya selain itu penjualan konsentrat akan menurunkan royalti bagi pemerintah. Budi kemudian dimutasi dari jabatan Sekda Kulonprogo pada 2013 menjadi Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY hingga April 2017 ini.

Raden Mas (RM) Astungkoro hingga April 2017 masih menjabat Sekda Kulonprogo, sebelumnya menggantikan posisi Budi Wibowo. Sebelum itu Astungkoro menjabat sebagai Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan Setda, Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda DIY hingga Kabid Perekonomian Bappeda DIY dan Kepala Disperindagkop dan UKM. Astungkoro hingga saat ini masih mengawal ketat proses pembangunan Bandara Internasional di Kulonprogo.

Sigit Sapto Rahardjo juga tergolong lengkap selama berkarir di Pemda DIY. Pernah menduduki sejumlah jabatan setingkat eselon IIIA di Bappeda DIY. Kemudian menjabat Kepala Biro Umum Humas dan Protokol, Kepala Disnakertrans DIY hingga Asisten Sekda Bidang Administrasi Umum. Ia juga pernah diberi amanat sebagai Penjabat Bupati Bantul ketika Pilkada di 2015. Kini ia di Dinas Kelautan dan Perikanan DIY bertekad melanjutkan pembangunan Pelabuhan Tanjung Adikarto yang mangkrak bertahun-tahun.

Kemudian Untung Sukaryadi lebih lama di Dinas Sosial setelah sebelumnya sebagai Kepala Disnakertrans DIY. Selama di Dinsos, Untung sudah memulangkan ratusan Gepeng yang beroperasi di DIY untuk kembali ke daerah asal. Ketika terjadi kisruh kasus ormas Gafatar, ia menjadi garda terdepan dari Pemda DIY dalam pemulangan dari kamp Gafatar di Kalimantan untuk kembali ke DIY agar bisa diterima masyarakat. Sedangkan Arofah Noor Indriani juga tergolong lama di Badan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BPKP) DIY setelah sebelumnya pernah menjadi sekretaris di lembaga tersebut.

Saat dimintai konfirmasi Sigit menyatakan tidak melakukan persiapan khusus untuk menghadapi ujian seleksi Sekda DIY. Pada Sabtu (16/4/2017) akhir pekan lalu memilih untuk touring sepeda motor ke Kulonprogo. "Dijalani saja, karena kalau hanya empat pendaftar tidak bisa dilanjutkan seleksi, akhirnya saya mendaftar," kata dia, Minggu (16/4/2017).

Sigit justru menjagokan dua orang yang menjadi rivalnya dalam seleksi tersebut yaitu Gatot Saptadi dan RM Astungkoro. "Saya menjagokan Pak Gatot dan Pak Astung, sudah itu pokoknya," ujar dia.

Akantetapi, jika amanah tersebut jatuh kepadanya, Sigit akan menjalankan sebaik-baiknya. "Ibarate koyo Pilkada kae lho, nek terpilih yo merangkul semua pihak, nek ora terpilih yo tetap akan mensupport siapapun yang terpilih, meski misalnya usianya lebih rendah dari saya," ungkap dia.

Budi Wibowo menyatakan akan mengikuti sesuai tahapan ujian tersebut. "Yang pasti saya akan melaksanakan tahapan tes sesuai kemampuan yang saya milik serta penuh semangat," tegas dia.

Berbeda dengan Budi dan Sigit, Gatot dan Astung justru enggak berkomentar terkait seleksi ini.

"Maturnuwun [terima kasih] infonya, kulo tak mboten komentar nggih [saya belum komentar dulu ya]," ujar Gatot.

"Nyuwun sewu mas, ingkang meniko kulo mboten komentar rumiyin njih, nyusun kawigatosanipun [mohon maaf, soal ini saya tidak berkomentar dulu ya, mohon perhatiannya," kata Astungkoro.