PENATAAN MALIOBORO : Proyek Tahap Kedua Berjalan 9%

Sejumlah pegawai negeri sipil di lingkungan Pemprov DIY membersihkan sampah yang mengotori beberapa fasilitas di Kawasan Pedestrian Malioboro, Jumat (20/1/2017). (Holy Kartika N.S/JIBI - Harian Jogja)
21 April 2017 23:55 WIB Sunartono Jogja Share :

Penataan Malioboro akan masuk tahap akhir.

Harianjogja.com, JOGJA -- Proyek revitalisasi jalur pedestrian Malioboro tahap kedua yang berlangsung sejak pertengahan Maret telah memasuki 9% dari total keseluruhan pengerjaan. Pekan depan pelaksana proyek akan mulai memasang traso sebagai tahap akhir pemasangan lantai jalur pedestrian diikuti dengan street furniture.

Pemda DIY menganggarkan sebesar Rp17 miliar untuk pengerjaan revitalisasi tahap kedua. Revitalisasi fisik itu dilakukan dari depan Pasar Beringharjo, Pasar Sore, Benteng Vredeburg, Monumen Serangan Umum 1 Maret atau titik nol kilometer hingga depan Gedung Agung yang merupakan jalur pedestrian sisi barat.

Manajer Proyek Penataan Malioboro Tahap Kedua Ery Purnomo menjelaskan, hingga memasuki pekan kedua bulan April, pengerjaan proyek sudah mencapai 9% dari total seluruh perencanaan. Menurutnya, pencapaian itu melebihi target karena dalam perencanaan hanya 5%.

"Per Sabtu kemarin [pekan lalu] persentase perkembangan jadwal saya di posisi 9% tetapi rencana 5% jadi ada plus 4%," terangnya kepada Harianjogja.com, Jumat (21/4/2017).

Proses pengerjaan fisik secara umum untuk lantai dimulai dengan pembongkaran jalur pedestrian lama sampai di elevasi yang ditetapkan. Kemudian digali sekitar 35 sentimeter dilanjutkan ada urugan pasir sekitar delapan sentimeter. Di atasnya kemudian cor lantai beton disertai kerangka besi sekitar 15 sentimeter. Proses itu hingga pekan ketiga bulan ini telah dilalui di beberapa titik seperti di depan Pasar Beringharjo, Pasar Sore hingga depan Benteng Vredeburg. Selanjutnya pemasangan traso, kemudian dihaluskan dan tahap akhir pemasangan street furniture.

Ery menambahkan, pemasangan traso akan dimulai pada Selasa (25/4/2017) pekan depan, tepatnya di depan Pasar Beringharjo. Traso yang akan dipasang di lokasi itu merupakan buatan pabrik dengan ukuran 60 x 60 sentimeter sama seperti pada kontruksi revitalisasi tahap pertama. Sebanyak 400 item traso telah disiapkan di depan Beringharjo untuk segera di pasang. Berbeda dengan titik lain, pembuatan traso akan dilakukan sekaligus pemasangan di lokasi atau dikenal dengan cor di tempat.

"Jadi pasar sore ke selatan vredeburg, depan agung itu trasonya cor setempat," ujarnya.