Menggabung UNBK, Sekolah Keluarkan Biaya untuk Transportasi Siswa

Sejumlah siswa SMP N 2 Wonosari sedang mengerjakan soal Ujian Nasional Berbais Komputer (UNBK), Selasa (2/5/2017). (JIBI - Irwan A. Syambudi)
03 Mei 2017 15:20 WIB Irwan A Syambudi Gunungkidul Share :

Banyaknya sekolah yang menggabung dalam pelaksanaan UNBK tingkat SMP menjadikan permasalahan tersendiri bagi pihak sekolah

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Banyaknya sekolah yang menggabung dalam pelaksanaan http://m.harianjogja.com/?p=805048">UNBK tingkat SMP menjadikan permasalahan tersendiri bagi pihak sekolah. Seperti persoalan jarak antar sekolah yang jauh, sehingga membuat sekolah mengeluarkan biaya lebih untuk fasilitas transportasi.

Salah satu sekolah yang harus mengeluarkan biaya lebih adalah Madrasah Tsanawiyah (MTs) YAPPI Mulusan, Kecamatan Paliyan. Lantaran belum dapat menyelenggarakan UNBK secara mandiri MTs YAPPI Mulusan harus ke SMK YAPPI Wonosari untuk melaksanakan UNBK.

“Ada 54 siswa yang ikut ujian ke sini [ SMK YAPPI Wonosari] dengan menggunakan dua bus,” kata Kepala MTs YAPPI Mulusan, Riyata, Selas (2/5/2017).

Jarak sekitar 9 kilometer yang harus ditempuh siswa mengharuskan sekolah menyediakan bus khusus untuk memfasilitasi mereka. Sekolah pun harus mengeluarkan biaya transportasi untuk sewa bus sekali pulang pergi dengan biaya Rp350.000. Jika ditotal selama tiga kali simulasi, dan empat hari pelaksanaan UNBK, sekolah mengeluarkan biaya Rp3,5 juta.

Riyata mengaku, inisiatif menyewa minibus datang dari pihak sekolah, karena jika siswa-siswa MTs dibiarkan berangkat sendiri tidak memungkinkan. "Inisiatif dari sekolah, kalau anak berangkat sendiri ya susah. Ini tadi kami bersangkat jam enam," kata dia.

Pihaknya berharap pemerintah berkomitmen untuk menyediakan perangkat komputer tidak hanya sekolah negeri saja, sehingga semua sekolah dapat selenggarakan UNBK secara mandiri. "Harusnya pemerintah komitmen memberikan bantuan. Karena [sekolah] swasta saat ini sama sekali belum ada [bantuan perangkat komputer]," ujarnya.

Lain dengan MTs YAPPI Mulusan, Sejumlah SMP negeri di Gunungkidul tidak menemukan kendala berarti dalam pelaksanaan UNBK pada hari pertama. Salah satunya adalah SMP N 2 Wonosari yang menyelenggarakan UNBK dengan menggunakan 70 perangkat komputer untuk 204 siswanya.

“Dari tadi pagi tidak ada kendala, baik dari perangkat komputernya ataupun dari jaringan internetnya semuanya lancar. Dan kami memang sudah mempersiapkannya sejak kemarin,” kata salah satu panitia UNBK SMP N 2 Wonosari, Suheri Winoto.

Sebelumnya Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul, Bahron Rosyid menggatakan pemerintah sudah mendistribusikan 1.000 komputer. Namun 1.000 komputer itu memang hanya dibagikan ke sejumlah SMP Negeri di Gunungkidul.

Sejumlah komputer itu khusus disiapkan untuk mengahadapi pelaksanaan UNBK 2017. "Persiapan pelaksanaan UNBK sudah maksaimal, kami berharap tidak ada kendala berarti dalam pelaksanaanya nanti,” ujarnya.