KOMODITAS PANGAN : Hadapi Ramadan, Pasokan Bahan Pokok Ditingkatkan

Seorang pembeli tengah memilih dagangan dilapak pedagang sembako di Pasar tradisional Piyungan. Pada hari pertama berlakunya harga baru BBM, sejumlah harga kebutuhan pokok untuk non-pabrikan sudah mulai berguguran seperti sayuran, daging, telur, beras dan cabai. (JIBI/Harian Jogja - Endro Guntoro)
06 Mei 2017 14:20 WIB Holy Kartika Nurwigati Jogja Share :

Komoditas pangan, kuota ditambah untuk mengantisipasi tingginya permintaan

Harianjogja.com, JOGJA --Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY memastikan pasokan komoditas pokok aman selama empat bulan ke depan. Bahkan, pasokan bahan pokok di Kios Segoroamarto di Pasar Beringharjo akan ditambah guna menstabilkan harga di pasaran.

"Jadi ketika kami survei beberapa waktu lalu, beberapa stok [komoditas pokok] masih cukup untuk empat bulan. Harga juga relatif stabil sama dengan nasional," ujar Anggota TPID DIY, Budi Hanoto kepada Harianjogja.com saat ditemui Kamis (4/5/2017).

Budi tak menampik beberapa komoditas memang mengalami kenaikan harga. Salah satunya adalah bawang putih jenis kating. Ketersediaan pasokan komoditas impor ini memang terbatas. Guna menstabilkan harga komoditas bawang putih ini, kata Budi, pemerintah akan membuka impor komoditas ini secepatnya.

"Dari yang kami pantau di pasar, di Pasar Beringharjo kebutuhan bawang putih setiap harinya mencapai tiga ton. Tetapi saat ini per hari hanya mampu menyetok 500 kilogram saja. Maka dari itu, nanti akan digelontorkan impor [bawang putih] untuk memenuhi kebutuhan dan menstabilkan harganya," jelas Budi.