Eye Level Buka di JCM, Ini Promo yang Dapat Diakses

Director Eye Level Jogja City Mall (JCM) Christine (kiri) dan Public Relations JCM Fandi Sutanto (kanan), dan dua pengajar Eye Level JCM (tengah) berfoto bersama di Eye Level JCM, Jumat (5/5/2017). (Bernadheta Dian Saraswati/JIBI - Harian Jogja)
07 Mei 2017 02:20 WIB Bernadheta Dian Saraswati Jogja Share :

Eye Level memiliki cabang baru dan masuk mal

Harianjogja.com, SLEMAN -- Institusi pendidikan Eye Level Jogja membuka cabang baru di Jogja City Mall (JCM) sejak 20 April 2017. Mal dipilih karena menjadi salah satu tempat strategis. Orang tua bisa mengantarkan anak belajar sembari belanja keperluan rumah tangga, keperluan sekolah, janji dengan klien, arisan, sampai bertemu teman.

Eye Level sendiri merupakan institusi pendidikan yang menawarkan program pembelajaran matematika dan Bahasa Inggris untuk anak-anak usia 3-14 tahun. Saat ini Eye Level sudah tersebar di 17 negara dan memiliki lebih dari 1.000 cabang dengan jumlah murid lebih dari 2 juta. Di Indonesia sendiri, ada sekitar 60 cabang. Materi pendidikan bersertifikasi USA menjadi keunggulan dari Eye Level.

Director Eye Level JCM Christine mengatakan, tanggapan masyarakat Jogja terhadap lembaga pendidikan cukup bagus. Namun menurutnya masih ada model pembelajaran yang belum diterapkan, yaitu belajar berpikir kritis dalam sebuah mata pelajaran. Program belajar di Eye Level sendiri fokus pada Math dan Bahasa Inggris. Math disampaikan menggunakan Bahasa Inggris sementara matematika menggunakan Bahasa Indonesia.

Christine mengatakan, keunggulan program matematika terletak pada model pembelajaran critical thinking yang digunakan. Model pembelajaran kritis ini memungkinkan otak kanan tetap diasah. Sementara untuk program Bahasa Inggris memiliki delapan level. "Program ini sangat membantu menyiapkan anak-anak ke depannya seperti untuk keperluan Toefl," katanya.

Eye Level menggunakan tenaga kerja dari lulusan program pendidikan terkait. Mereka juga sudah berpengalaman dalam mengajar, tidak hanya dalam menyampaikan materi tetapi juga mengontrol anak. "Kami cari pengajar yang bisa pegang anak," tutur Christine.

Sementara durasi belajar siswa di Eye Level hanya sekitar satu jam. Dalam seminggu, disarankan siswa mengikuti dua kali pertemuan agar manajemen bisa memantau perkembangan belajar anak. Christine mengatakan, waktu pembalajaran tidak terlalu lama agar anak-anak tidak bosan. Para siswa juga bisa datang sesuai waktu luang mereka.

Setiap kedatangan, tarif les hanya sekitar Rp50.000-Rp60.000 dan sudah mendapat fasilitas buku. Promo yang diberikan selama grand opening yaitu Free Enrollment Fee dan Free Trial senilai Rp250.000 serta diskon biaya kursus akan diperpanjang sampai pendaftaran Juni 2017.

Pihaknya selalu mengimbau instruktur untuk sebisa mungkin berkomunikasi dengan pengantar siswa dan memberikan feedback minimal dalam bentuk laporan bulanan atau update mengenai perkembangan anak setiap bulannya kepada orang tua murid.

Sistem bisnis Eye Level sendiri menggunakan sistem waralaba. Christine sebagai pemilik di area Jogja sudah membuka cabang pertama di Jl. Prof. dr. Sardjito. Jumlah siswa di cabang pertama tersebut mencapai 100 anak dengan pengajar berjumlah empat orang. Sementara di cabang JCM, sudah ada 10 pendaftar dengan satu pengajar. Pendaftaran masih akan terus dibuka.

Salah satu orang tua siswa bernama Wetty mengaku senang dengan adanya pembukaan cabang baru Eye Level di kawasan mal ini. "Kalau Eye Level buka di mal, tidak cuma ibu-ibunya yang senang karena nggak bosan dan ngantuk saat menunggu les, tapi juga anak-anaknya semangat berangkat les," katanya.

Sementara Public Relation JCM Fandy Sutanto mengatakan kehadiran Eye Level melengkapi tenan di JCM. "Semoga adanya Eye Level ini membuat pengunjung mal semakin bertambah," tuturnya.