PENGADANGAN SUPORTER : Kayu hingga Bom Molotov Jadi Barang Bukti yang Ditemukan

Barang bukti aksi anarkisme suporter yang diamankan oleh petugas Polres Gunungkidul. Senin (8/5/2017). (David Kurniawan/JIBI - Harian Jogja)
09 Mei 2017 08:55 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Pengadangan suporter yang terjadi Minggu malam masih berbuntut panjang

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Buntut aksi anarkisme pendukung sepak bola di Bundaran Siyono, Logandeng,  Kecamatan Playen, polisi berhasil mengamankan 23 orang. Polisi juga masih mencari aktor pelaku pembakaran satu unit sepeda motor Kawasaki KLX 250 CC milik Polres Gunungkidul.

Baca Juga : http://m.harianjogja.com/2017/05/08/pengadangan-suporter-polisi-buru-pelaku-pembakaran-motor-815503">PENGADANGAN SUPORTER : Polisi Buru Pelaku Pembakaran Motor

Kepala Polres Gunungkidul AKBP Muhammad Arif Sugiyarto menjelaskan selain mengamankan, 23 suporter pendukung sepak bola dari Kota Jogja, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Beberapa alat bukti ini di antaranya ima unit sepeda motor, sebanyak 22 kayu, enam tongkat besi, satu rantai motor, satu tali motor, juga bom molotov.

“Kita masih dalami. Salah satunya untuk mengetahui peran masing-masing orang yang diamankan. Nanti jika terbukti bersalah, akan dimintai pertanggunjawaban sesuai dengan hukum yang berlaku,” katanya lagi, Senin (8/5/2017).

Bentrok antara pendukung klub sepak bola dengan polisi terjadi usai laga Liga 2 yang mempertemukan tuan rumah Persiba Bantul dengan Persis Solo di Stadion Sultan Agung, Minggu (7/5/2017). Untuk menghindarinya bentrok, pendukung Persis yang tergabung dalam Pasoepati diarahkan pulang melalui jalur di Gunungkidul. Namun pengalihan jalur ini tercium oleh kelompok supporter kontra sehingga polisi berusaha melakukan pengamanan.

“Ada sekitar 500-an orang bergerak dari Kota Jogja menuju ke Gunungkidul. Dalam pengamanan, kita sudah berusaha semaksimal mungkin mencegah kelompok penghadang. Tapi tindakan kami dilawan oleh massa sehingga pecah bentrok dengan polisi yang berujung dengan aksi anarkisme pembakaran sepeda motor,” katanya.

Menurut Arif, dalam peristiwa itu terdapat dua polisi yang harus dirawat karena mengalami luka di bagian kepala. “Keduanya sudah ditangani dan dalam kondisi yang baik,” imbuhnya.

Terpisah, Ketua DPRD Gunungkidul Suharno saat dimintai tanggapan kemarin memberikan kecaman keras terhadap aksi anarkisme yang melibatkan kelompok pendukung sepakbola. Dia pun berharap agar polisi bertindak tegas dan menyelesaikan kasus ini sampai tuntas.

“Jangan dibiarkan karena ini bisa mencoreng wajah pariwisata di Gunungkidul. Jadi harus ada tindakan tegas sehingga peristiwa yang sama tidak terulang lagi,” katanya.