Gunungkidul Punya Garis Pantai Terpanjang di DIY tapi Konsumsi Ikan Laut Terendah

Para nelayan Pantai Baron tengah merapikan jaring setelah melaut
10 Mei 2017 14:19 WIB Irwan A Syambudi Gunungkidul Share :

Konsumsi ikan masyarakat Gunungkidul dinilai masih rendah dibandingkan kabupaten lain di DIY

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Konsumsi ikan masyarakat Gunungkidul dinilai masih rendah dibandingkan kabupaten lain di DIY. Pemerintah Kabupaten mencatat konsumsi ikan perkapita setiap tahunya hanya dibawah 20 kilogram (kg).

Menjadi wilayah yang memiliki garis pantai terpanjang dan memiliki potensi perikanan terbesar se-DIY tak lantas membuat konsumsi ikan masyarakatnya tinggi. Buktinya pada 2014-2015 pemkab mencatat setiap tahunnya konsumsi ikan di Gunungkidul masih di bawah 20 kg perkapita.

Rendahnya konsumsi ikan itu diakui Bupati Gunungkidul, Badingah di sela-sela Bulan Bakti Balai Karantina Ikan dan acara Kenduri Anak Pantai di Pantai Drini, Kecamatan Tanjungsari. "Konsumsi ikan warga Gunungkidul masih rendah dibanding wilayah lain di DIY," kata Bupati, Selasa (9/5/2017).

Di DIY sendiri tingkat konsumsi ikan perkapita rata-rata sebesar 21,54 kg pertahun. Angka itu pun masih jauh dari rata-rata konsumsi ikan nasional pertahun yakni 45 kg perkapita. Namun demikian pihaknya akan terus mengenjot konsumsi ikan masyarakat dengan meningkatkan produktifitas ikan.

Dengan potensi perikanan laut melimpah karena memiliki garis pantai sepanjang 72 km, produktifitas ikan sangat mungkin untuk ditingkatkan. Data dari Dinas Kelautan dan Perikanan DIY pada 2016 di Pelabuhan Pantai Sadeng, Kecamatan Girisubo produksi ikan mencapai 1.600 ton. “Kami berupaya menikatkan potensi laut yang ada dan juga ikan air tawar," ungkapnya.