Pondok Wisata Bisa Tingkatkan Kunjungan Wisatawan Mancanegara

JIBI/Harian Jogja/Desi SuryantoWisatawan asing berkeliling kota dengan menumpang becak kayuh seperti terlihat saat melintas di kawasan wisata kuliner gudeg, Plengkung Wijilan, Yogyakarta, Senin (03/08 - 2015). Salah satu paket wisata yang banyak diminati wisatawan asing saat berkunjung di Yogyakarta adalah mengunjungi berbagai tempat wisata menggunakan becak kayuh. Kunjungan wisatawan asing pada bulan ini terus meningkat seiring musim libur di eropa.
13 Mei 2017 12:19 WIB Holy Kartika Nurwigati Jogja Share :

Pondok wisata juga diharapkan dapat menjadi pilihan wisata untuk merasakan kehidupan seperti masyarakat lokal atau live in

Harianjogja.com, JOGJA-Pondok wisata juga diharapkan dapat menjadi pilihan wisata untuk merasakan kehidupan seperti masyarakat lokal atau live in. Pasalnya, keberadaan pondok wisata dapat menarik lebih banyak http://m.harianjogja.com/?p=807517">wisatawan mancanegara.

Ketua Asosiasi Tour dan Travel Agent Indonesia (Asita) DIY, Udhi Sudiyanto mengatakan untuk dapat mendorong pertumbuhan desa wisata diperlukan standarisasi terkait pelayanan dan hospitality.

"Kami saat ini sedang ikut serta dalam penilaian lomba kelompok sadar wisata. Melalui acara ini, nantinya kami dapat mendampingi opara pengelola desa wisata ini tentang cara membuat paket yang bagus dan terutama hospitality-nya," ujar Udhi saat ditemui Harianjogja.com di sebuah acara di Hotel Grand Keisha, Kamis (11/5/2017).

Untuk dapat menarik wisatawan terutama dari mancanegara, Udhi mengatakan sebuah desa wisata harus memiliki kekhasan unik yang dapat ditawarkan. Salah satu yang menonjol tentang potensi desa wisata adalah kearifan lokal.

Udhi mengimbau agar kearifan lokal dapat selalu dipertahankan karena potensi tersebut yang lebih laku untuk menarik wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

"Jangan sampai misalnya, desa itu sedang tidak ada atraksi, tetapi karena kedatangan tamu lalu mendatangan kelompok seni lain bukan dari desanya," jelas Udhi.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi menambahkan keberadaan desa wisata, terutama yang memiliki pondok wisata sangat penting bagi pariwisata DIY. Pasalnya, pondok wisata selalu dapat menjadi rujukan alternatif para tamu yang tidak mendapat kamar untuk menginap di hotel saat musim liburan.

Kendati demikian, potensi pondok wisata tidak sekadar menjadi alternatif menginap para tamu. Imam mengatakan keberadaan pondok wisata dapat menjadi produk yang ditawarkan untuk menarik wisatawan yang ingin merasakan sensasi menginap bersama warga lokal.

"Kami melihat ini adalah upaya untuk dapat meningkatkan kunjungan wisatawan, sehingga pondok wisata ini sangat penting untuk dikembangkan," jelas Imam belum lama ini.