Pelanggan Listrik Baru Diarahkan ke Sistem Prabayar

Humas PT PLN (Persero) Area Jogja Paulus Kardiman (kanan) ketika melakukan survei di salah satu rumah penduduk di RT 17, RW 30, Popongan Baru, Sinduadi, Mlati, Sleman, Senin (25/1/2016). (Kusnul Isti Qomah/JIBI - Harian Jogja)
14 Mei 2017 02:20 WIB Bernadheta Dian Saraswati Jogja Share :

PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN (Persero) terus berupaya mengarahkan pelanggan baru

Harianjogja.com, JOGJA-PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN (Persero) terus berupaya mengarahkan pelanggan baru untuk menggunakan listrik dengan sistem pulsa atau prabayar. Pengguna prabayar di Indonesia saat ini tercatat paling besar sedunia.

Direktur Bisnis PT PLN (Persero) Jawa Bagian Tengah (JBT) II Nasri Sebayang mengatakan, sistem prabayar memiliki banyak keuntungan, salah satunya tidak ada kesalahan penghitungan pencatatan penggunaan energi listrik karena menggunakan kWH meter digital.

Dengan pencatatan digital tersebut, pelanggan tidak lagi terganggu dengan adanya petugas PLN yang sewaktu-waktu datang ke rumah untuk mencatat.

Keuntungan lainnya menurut Nasri adalah pelanggan bisa mengatur sendiri penggunaannya. “Kalau pasca [bayar] kan seolah-olah tidak peduli tapi kalau prabayar bisa mengetahui kalau sudah mau habis, bisa matikan lampu sana-sini,” katanya pada wartawan belum lama ini di Kantor PLN Unit Induk Pembangunan JBT II Jogja, Senin (8/5/2017).

Ia mengatakan, penggunaan prabayar dilakukan agar pelanggan bisa mengatur sendiri penggunaan listrik di dalam rumahnya. Secara tidak langsung mereka juga bisa belajar untuk berhemat saat pulsa listrik mendekati habis.

Ditegaskannya, jika pelanggan bisa berhemat dalam pemakaian listrik, maka bisa menghemat subsidi listrik yang dikeluarkan pemerintah.

Sejauh ini, sudah ada kurang lebih 20.000 pelanggan di Indonesia yang menggunakan pembayaran sistem prabayar dari total pelanggan berjumlah 65.000.

“Sebanyak 20.000 itu termasuk paling besar sedunia. Dulu Afrika Selatan [paling besar] tapi sekarang dipegang kita [indonesia],” tuturnya. Pihaknya belum bisa menyebut berapa angka pelanggan yang beralih dari pascabayar ke prabayar.

Sementara itu, pengguna listrik prabayar Yosephin Aprilia yang tinggal di Ngaglik, Sleman mengaku mendapat keuntungan dengan menggunakan listrik sistem prabayar.

Saat pembayaran, ia tidak harus datang ke kantor PLN dan bisa membeli pulsa listrik dimana saja. “Belinya juga bisa disesuaikan dengan kondisi keuangan kita,” katanya, Jumat (12/5/2017).

Meski demikian, penggunaan listrik prabayar juga memiliki kekurangan yaitu terhitung lebih boros dibandingkan pasca bayar. “Kalau yang dayanya 1.300 kan tidak disubsidi jadi mahal. Beli pulsa 100.000 hanya dapat 63.000,” katanya.