Ujian SD di Sleman Diwarnai Kekurangan Naskah Soal

Espos / Sunaryo Haryo BayuLATIHAN UJIAN - Siswa klesa VI SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo memasuki ruang kelas saat akan melakukan latihan Ujian Akhir Sekolah Bersantar Nasional (UASBN), Senin (12 - 4). Latihan tersebut dilakukan serentak di seluruh Sekolah Dasar se kota Solo
15 Mei 2017 20:55 WIB Sekar Langit Nariswari Sleman Share :

Pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) di Sleman sempat terkendala jumlah naskah soal
Harianjogja.com, SLEMAN-Pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) di Sleman sempat terkendala jumlah naskah soal yang kurang. Kekurangan naskah soal ini dialami di UPTD Kecamatan Ngemplak.

Sri Wantini, Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Sleman mengatakan problem tersebut sempat menyebabkan jadwal pelaksanaan ujian mundur beberapa waktu.

“Ada naskah soal yang kurang tapi langsung teratasi,” jelasnya kepada Harianjogja.com pada Senin (15/5/2017).

Ia menerangkan ketika kotak yang berisi naskah soal tersebut dibuka pada pagi harinya baru diketahui jika naskahnya tidak mencukupi.

Permintaan tambahan soal kemudian segera disampaikan dan ditanggapi oleh Dinas Pendidikan Provinsi DIY selaku pihak yang mencetak dan mendistribusikan naskah soal. Meski dimulai meleset dari jadwal, Sri menyatakan siswa peserta ujian tetap mendapatkan waktu pengerjaan sesuai yang ditetapkan yakni 120 menit.

Ia berharap UASBN hari berikutnya akan bisa berjalan normal meski belum bisa memastikan jumlah naskah akan mencukupi atau tidak. “Karena toh kotak naskah dibuka setiap pagi sesuai mapelnya,” ujar dia.

Disebutkan, terdapat 535 sekolah penyelenggara ujian di seluruh Sleman termasuk SD dan MTS swasta dan negeri. Sebanyak 14.983 siswa SD dan MI akan menjalani ujian mapel Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA selama 3 hari berturut-turut.