Pemda DIY Blokir Ratusan Pengakses Pusat Data

Ilustrasi (Kusnul Isti Qomah/JIBI - Harian Jogja)
16 Mei 2017 14:20 WIB Sunartono Jogja Share :

Selama sebulan terakhir, pihaknya sudah memblokir ratusan IP Address yang berusaha mengakses data center

Harianjogja.com, JOGJA- Kabid Pengembangan Layanan Teknologi Informatika Diskominfo DIY Sugeng Wahyudi menjelaskan selama sebulan terakhir, pihaknya sudah memblokir ratusan IP Address yang berusaha mengakses data center.

Timnya telah berupaya menelusuri asal pihak yang berupaya mengakses tersebut. Ia mengakui hasil tracking banyak di antaranya berasal dari luar negeri.

"Setiap ada yang masuk dan kira-kira mencurigakan langsung kami blokir, pantauan malware ini sudah sejak Maret lalu," tegasnya, Senin (15/5/2017).

Penyerangan virus ini lebih mengarah ke motif ekonomi. Menurutnya, resiko yang harus diterima pihak yang diserang adalah data yang dimiliki tidak bisa dibuka dan harus diberikan sandi ulang.

Namun kunci pembuatan sandi itu telah dipegang pelakunya. Sebelum memberikan sandi tersebut, mereka memberikan pesan untuk mengirimkan sejumlah uang dalam bentuk dolar agar bisa dikirim kata sandi tersebut.

Terkait keamanan data milik Pemda DIY, Roni mengatakan, pihaknya mematikan jaringan internet di lingkungan Pemda DIY pada Senin (15/5/2017) kemarin sejak pukul 00.00 WIB hingga pukul 09.00 WIB.

Selama itu, seluruh SKPD diminta mem-back-up data masing-masing. Karena Diskominfo hanya dapat mengamankan server, keamanan data sepenuhnya menjadi tanggungjawab para pemegang unit komputer.

Semua SKPD di lingkungan Pemda DIY telah terkoneksi internet, sebanyak 60 titik menggunakan jaringan fiber optik dan 50 titik pakai wireless yang bandwith-nya dikendalikan Diskominfo. Meski jaringan internet dimatikan namun ia mengklaim tidak berdampak pada layanan publik.

"Fasilitas internet layanan publik itu tidak tergabung di server kami, supaya kalau ada masalah tidak ganggu jaringan, tetapi fasilitas bandwith kami yang sediakan. Cuma sistemnya terkoneksi dengan jaringan tersendiri. Internet di jaringan publik, andai terkena virus tidak mempengaruhi kami," ungkapnya.