Data Disimpan Seminggu Sekali, RSUD di Sleman Aman dari Malware

Bupati Sleman Sri Purnomo saat melakukan sidak di RSUD Sleman, Senin (11/7/2016). (Abdul Hamid Razak/JIBI - Harian Jogja)
16 Mei 2017 12:55 WIB Sleman Share :

Pemkab Sleman langsung merespon serangan virus ransomware

Harianjogja.com, SLEMAN- Pemkab Sleman langsung merespon serangan http://m.harianjogja.com/?p=816998">virus ransomware. Seluruh data masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) langsung di-backup. Termasuk di dua rumah sakit Pemda, RSUD Sleman dan RSUD Prambanan serta RSUP dr Sardjito.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Sleman Intriati Yudatiningsih mengatakan, sampai saat ini belum ada laporan adanya serangan virus ransomware di lingkungan Pemkab Sleman. Sebab, pihaknya langsung bergerak cepat dan meminta masing-masing OPD melakukan backup data.

"Backup data sudah dilakukan untuk pencegahan. Tapi belum ada laporan virus menyerang," ujarnya kepada Harianjogja.com, Senin (15/5/2017).

Menurutnya, virus tersebut menyerang aplikasi komputer dengan sistem Windows. Beberapa OPD, katanya, sebagian besar menggunakan sistem tersebut dan diminta untuk meningkatkan patch terbarunya. Termasuk di dua rumah sakit milik Pemkab Sleman. "Tetapi, sebagian aplikasi kami [Diskominfo] menggunakan sistem Linux, jadi server aman," ungkapnya.

Terpisah Direktur RSUD Sleman Joko Hastaryo mengatakan, sejak ada info terkait ancaman serangan virus tersebut, pihaknya sudah menerima edaran dari Dinas Kominfo Sleman. "Kami sudah lakukan back up data, dan melakukan upaya pencegahan terhadap serangan virus tersebut. Sejauh ini masih aman," katanya.

Begitu juga dengan Direktur RSUD Prambanan Isa Dharmawidjaja. Bahkan, katanya, prosedur backup data sudah rutin dilakukan oleh rumah sakit plat merah tersebut. "Kami lakukan back up data seminggu sekali. Untuk hari ini [kemarin] server kami tidak aktifkan dulu, dari lagi sampai sore," katanya.

Sementara itu, Humas RSUP dr. Sardjito Trisno Heru Nugroho menjelaskan, sebelum muncul serangan virus ransomware, pihaknya sudah mengantisi masalah data sejak dulu.

Menurut Heru, untuk data strategis seperti billing sistem, dokumen pasien data menggunakan server berbasis Linux. "Kami tidak menyimpan data strategis dengan aplikasi berbasis Windows. Jadi relatif aman," ucapnya.

Meski begitu, managemen rumah sakit tetap melakukan antisipasi terkait serangan virus ransomware khusus bagi satuan kerja yang masih memakai program Windows. "Kami blokir port yang disinyalir mudah dibobol. Dan satuan kerja yang masih memakai Windows kami minta up date dengan patch terbaru agar aman dan data yang ada diback up," ujar Heru.