PENCEMARAN AIR : Kali Bedong Menghitam, PT. Madubaru Stop Produksi Empat Hari

Ilustrasi pengolahan tebu di pabrik gula (JIBI/Bisnis - Antara)
18 Mei 2017 05:22 WIB Rheisnayu Cyntara Jogja Share :

Pencemaran air dikeluhkan warga di sekitar Kali Bedong.

Harianjogja.com, BANTUL -- Warga memastikan pencemaran aliran Kali Bedong yang membuat air sungai menghitam, berbau tidak sedap, dan sejumlah ikan mati disebabkan oleh limbah dari PT. Madubaru Yogyakarta.

Salah satu warga Dusun Kentolan Kidul, Guwosari, Pajangan, Bantul Suhardi mengatakan pencemaran aliran Kali Bedog sudah sering terjadi setiap tahun, saat masuk masa giling tebu.

"Tiap giling [tebu] memang kayak gini. Sore air bening, paling malam mulai keruh," ujarnya pada Rabu (17/5/2017).

Direktur PT. Madubaru Yogyakarta Rahmat Edi Cahyono tidak menampik hal tersebut, ia mengakui memang ada keteledoran stafnya dalam mengolah limbah tersebut. Namun ia mengaku bahwa limbah tersebut adalah finase yaitu sisa produksi alkohol dan spiritus, bukan limbah produksi gula yang biasa disebut blothong. Mengatasi permasalahan ini, pihaknya langsung menghentikan produksi selama empat hari dengan skala produksi 100.000 liter.

"Kami sudah sampaikan ke 100 pekerja untuk off dulu selama empat hari, untuk kebaikan bersama," katanya.