Bencana Alam Merenggut 3 Nyawa di Gunungkidul

Tanah longsor di Dusun Jelok RT 02 RW 03 Watugajah Gedangsari pada Rabu (9/11 - 2016) malam. (Foto istimewa Dokumen BPBD Gunungkidul)
22 Mei 2017 08:21 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Gunungkidul mencatat hingga pertengahan Mei ada 157 kejadian bencana alam

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Badan Penanggulangan Bencana Daerah Gunungkidul mencatat hingga pertengahan Mei ada 157 kejadian bencana alam. Dari jumlah tersebut mengakibatkan tiga korban meninggal dunia.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul Sutaryono mengatakan, 157 musibah yang terjadi didominasi oleh tanah longsor dan angin kencang.

Adapun rinciannya, 67 peristiwa longsor, 75 musibah angin kencang. Sedang 15 kasus merupakan kejadian alam yang lain seperti banjir hingga warga tersambar petir.

Dia menjelaskan, data kejadian alam ini merupakan rangkuman sejak Januari hingga pertengahan Mei. Dari jumlah musibah itu, terdapat tiga korban jiwa. Dua korban meninggal dunia akibat musibah longsor dan seorang lagi korban meninggal karena tersambar petir.

“Dua korban yang mati ini merupakan warga yang tinggal di dekat area pertambangan di Dusun Jentir, Sambirejo, Ngawen,” kata Sutaryono kepada Harianjogja.com, Minggu (21/5/2017).

Menurut dia, jumlah musibah ini masih di bawah kejadian di 2016 lalu. Sebab, dalam kurun waktu itu terdapat peristiwa sebanyak 243 kasus dengan jumlah korban jiwa sebanyak delapan orang. “Korban meninggal itu kebanyakan karena musibah lain-lain seperti masuk sumur, tenggelam hingga kebakaran,” ujarnya.

Lebih jauh dikatakan Sutaryono, jika melihat dari musim memasuki akhir Mei, kumlah bencana akan berkurang seiring dengan masukinya musim kemarau. Intensitas peristiwa baru akan meningkat saat memasuki akhir tahun nanti. “Ini sudah menjadi siklus, sebab kejadian atau peristiwa alam banyak terjadi saat musim kemarau,” katanya lagi.