Bikin "Branding", Dinpar Gunungkidul Siapkan Sayembara

Sejumlah anak muda menghabiskan malam pergantian tahun dengan mendirikan tenda di pinggir Pantai Butuh yang berada di Desa Krambilsawit, Kecamatan Saptosari, Gunungkidul, Minggu (1/1/2017). (Holy Kartika N.S./JIBI - Harian Jogja)
23 Mei 2017 18:21 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Dinas Pariwisata akan membuat branding tentang Gunungkidul

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Pariwisata akan membuat branding tentang Gunungkidul. Diharapkan dengan adanya branding ini dapat mendongkrak pengembangan sektor pariwisata yang lebih baik lagi.

Kepala Bidang Pemasaran, Dinas Pariwisata Gunungkidul Yuni Hartini mengatakan, untuk pembuatan branding, pihaknya sudah menyiapkan beberapa langkah. Salah satunya dengan menggelar sayembara. Rencananya lomba ini akan dilakukan setelah lebaran mendatang. “Kita sudah siapkan untuk kegiatan lomba branding. Mudah-mudahan setelah lebaran sudah bisa dimulai,” katanya, Senin (22/5/2017).

Yuni menjelaskan, penyelenggaraan sayembara dilakukan karena hingga saat ini Gunungkidul belum memiliki branding resmi. Untuk sementara, dalam upaya promosi banyak menggunakan kata Jogja Lantai Dua, yang mengacu kondisi geografis yang dimiliki. “Nanti setelah punya branding pasti akan kami sosialisasikan secara massif,” kata mantan Kepala Bidang Bina Usaha, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura ini.

Lebih jauh dikatakan Yuni, branding Jogja Lantai Dua, meski hanya sementara, namun hal ini sudah memberikan dampak yang positif. Pasalnya, di beberapa kesempatan dalam kegiatan pameran kepariwisataan banyak yang bertanya tentang branding tersebut.

“Ini sebagai upaya mengenalkan Gunungkidul. Sebab untuk sekarang, keberadaan Jogja masih yang nomor satu di DIY,” ujarnya.

Diharapkan dengan kepemilikian branding ini bisa memberikan dampak terhadap pengembangan sektor kepariwisataan di Bumi Handayani. “Memang untuk pengembangan sudah baik, namun upaya peningkatan harus terus dilakukan,” katanya.