Bengawan Solo Purba Bakal di Pantai Sadeng Dijadikan Wisata Edukasi

Pengendara motor yang melintas berhenti melihat papan informasi tentang Aliran Sungai Bengawan Solo Purba, Desa Songbanyu, Kecmatan Girisubo beberapa waktu lalu. (Irwan. A. Syambudi/JIBI - Harian Jogja)
24 Mei 2017 06:22 WIB Irwan A Syambudi Gunungkidul Share :

Bengawan Solo Purba menyimpan nilai pra sejarah

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—  Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Gunungkidul berencana menjadikan Bengawan Solo Purba yang bermuara di Pantai Sadeng, Desa Songbanyu, Kecamatan Girisubo sebagai wisata edukasi. Sepanjang aliran Bengawan Solo Purba dinilai menyimpan peninggalan benda pra sejarah yang patut untuk dipelajari.

Rencana menjadikan Bengawan Solo Purba sebagai objek wisata minat khusus bidang pendidikan dikemukaan oleh Sekretaris Dispar Gunungkidul, Harry Sukmono. Dia menuturkan di sekitar wilayah Kecamatan Girisubo dan Rongkop banyak lokasi yang bisa dijadikan penelitian ataupun belajar sejarah mengenai kehidupan purbakala, termasuk salah salah satunya adalah aliran Bengawan Solo Purba.

Menurutnya banyak yang belum mengetahui perihal sejarah Sungai Bengawan Solo yang sekarang ini berhulu di Wonogiri, Jawa Tengah dan bermuara di Gresik, Jawa Timur. Pada jutaan tahun yang lalu sungai terpanjang di Jawa itu bermuara di Panta Sadeng, kemudian aliranya berubah seiring dengan adannya pergerakan lempeng tektonik. Dan Kemudian menyisakan bekas aliran sepanjang 30 km, membentuk cekungan dibeberapa titik seperti sekarang ini.

Oleh sebab itu menurutnya, di kawasan tersebut sangat tepat untuk wisata edukasi.

"Di sana bisa digunakan penelitian, tidak hanya di Bengawan Solo Purba, tak jauh dari lokasi juga ada Gua Braholo yang pernah dihuni manusia purba. Sangat menarik jika ingin belajar mengenai kehidupan pra sejarah," kata dia, Selasa (23/5/2017).