Unik, Sebelum Menikah, 20 Pasang Calon Pengantin Ini Harus Lafalkan Pancasila

Para calon pengantin sedang mengikuti kursus pra nikah di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan, Kamis (25/5/2017). (Ujang Hasanudin/JIBI - Harian Jogja)
25 Mei 2017 23:55 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Sebanyak 20 pasangan calon pengantin mengikuti bimbingan pra nikah di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD)

 
Harianjogja.com, BANTUL-Sebanyak 20 pasangan calon pengantin mengikuti bimbingan pra nikah di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Jalan Ringroad Selatan, Tamanan, Banguntapan, Bantul, Kamis (25/5/2017).

Dalam bimbingan pra nikah tersebut, selain materi soal rumah tangga dan kesehatan reproduksi, para calon pengantin juga diajari membaca Al-Quran. Mereka juga diminta melafalkan Pancasila sekaligus memahami nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

"Harapannya setelah menikah nanti membawa mereka menjadi keluarga yang punya jiwa agamis dan nasionalis," kata Takmi , Islamic Center UAD, Nur Kholis, yang menjadi salah satu pemateri dalam bimbingan pra nikah tersebut.

Nur Kholis mengatakan nilai-nilai Pancasila harus diamalkan dan dipraktekkan langsung dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, agama dan Pancasila tidak ada pertentangan, karena itu paradigma berfikir masyarakat yang sering membenturkan Pancasila dan agama perlu diubah.

Fenomena yang terjadi sekarang ini, kata dia, Indonesia dilanda kurangnya rasa kebangsaan. Hal itu ditandai dengan banyaknya gesekan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Kondisi itu dapat berdampak pada stabilitas politik dan ekonomi negara.

Karena itu, Nur Kholis berujar, pemahaman keagamaan dan kebangsaan diperlukan dalam kehidupan rumah tangga. Menikah, kata dia, bukan hanya sebatas memenuhi kebutuhan biologi, sementara tuntutan agama dan pranata peradaban membangun negara tidak terpikirkan.

"Keluarga yang akan dibangun nikah bareng ini benar-benar bukan sebatas menikah. Harapan muncul keluarga bagus, berakhlak, cinta pada negaranya." ujar Nur Kholis.

Ketua Forum Ta'aruf Indonesia (Fortais), RM.Ryan Budi Nuryanto mengatakan tujuan dari pranikah bertema "Meneguhkan Semangat Cinta NKRI dari Calon Manten Bareng" ini untuk mewujudkan pasangan yang sakinah, yang membawa keberkahan untuk Indonesia sesuai dengan tata kehidupan dan penghidupan masyarakat.

"Pernikahan ini membawa misi religi, budaya, kebangsaan, dan sestinasi wisata religi di DIY," kata Ryan. Ia berharap even tersebut dapat berjalan kembali di tahun-tahun mendatang untuk memfasilitasi kebutuhan masyarakat tidak mampu agar dapat menikah.

Rencana akad nikah massal ini akan digelar pada Minggu (4/6/2017) mendatang di Masjid Islamic Center UAD. Nikah massal ini akan dihadiri oleh Panglima TNI Gatot Nurmantyo. "Sejauh ini beliau [Panglima TNI] konfirmasinya akan hadir," imbuh Nur Kholis.