Oase Keceriaan Anak di Tengah Keramaian Keramaian Pameran Potensi Daerah Sleman

26 Mei 2017 06:20 WIB Sekar Langit Nariswari Sleman Share :

Gelaran Pameran Potensi Daerah (PPD) Sleman 2017 tak lupa juga menyediakan ruang bermain bagi anak-anak

Harianjogja.com, SLEMAN-Gelaran http://m.harianjogja.com/?p=817941">Pameran Potensi Daerah (PPD) Sleman 2017 tak lupa juga menyediakan ruang bermain bagi anak-anak. Oase tersebut menyediakan puluhan jenis mainan tradisional anak berbasis edukasi.

Ruang bermain anak tersebut disediakan oleh Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Sleman, khususnya dari Kecamatan Seyegan, Sleman, dan Mlati.

Stan berukuran 4/4 meter di dipenuhi beragam mainan anak mulai dari alat lukis, balok mainan, kelerang, dakon, rumah adat dan masih banyak lagi. Adapula berbagai alat musik sederhana seperti tetabuhan dan gitar.

Tersedia beberapa sudut yang didesain dan dilengkapi sesuai tema masing-masing yakni keluarga, alam, agama, dan pembangunan. Untuk sudut alam, dilengkapi berbagai toples penuh dengan biji-bijian yang umum ditemukan di dapur untuk dikenalkan kepada anak.

Sunarti, salah satu guru TK Puspa Siwi 1, Margoagung, Seyegan yang sedang berjaga mengatakan semua anak yang berada di lingkungan PPD bisa bermain dengan bebas di stan itu.

“Anak-anak pengunjung maupun penjaga stan boleh bermain bebas, tidak ada batas waktu,” ujarnya kepada Harianjogja.com pada Senin (22/5/2017). Harapannya, stan ini bisa mengenalkan edukasi anak di jenjang TK kepada masyarakat luas.

Terlebih lagi, berkembang anggapan yang salah di masyarakat jika TK kini tak lagi bermain dan hanya fokus belajar saja. Selain itu, sejumlah alat permainan yang disediakan juga merupakan mainan edukasi konvensional dan dekat dengan alam.

Sunarti menyampaikan ini berdasar dari keprihatinan jika anak zaman sekarang lebih banyak bersentuhan dengan gawai modern dibandingkan permainan alami.

Setiap harinya, ada ratusan anak yang mampir dan kemudian bermain di stan ini. Anak-anak ini juga akan didampingi oleh guru TK yang ada di lokasi. Sunarti menyebutkan setiap hari ada 8 guru dari 3 kecamatan tersebut yang berjaga dengan saling bergantian.