KEKERASAN ANAK : Selamatkan Generasi Emas!

26 Mei 2017 09:21 WIB Sleman Share :

Banyaknya kasus kekerasan terhadap anak perlu disikapi dengan serius

 
Harianjogja.com, SLEMAN- Banyaknya kasus kekerasan terhadap anak perlu disikapi dengan serius. Pemkab Sleman bertekad untuk menyelamatkan generasi emas tersebut dari aksi kekerasan.

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun berharap para orangtua menghindari aksi kekerasan saat memperlakukan anak-anaknya. Menghindari kekerasan, lanjutnya, bukan berarti pula mendidik anak dengan cara lembut mendayu-dayu tetapi menyesatkan.

"Yang dilakukan orangtua harus bersikap tegas. Berhasil tidaknya anak-anak menjadi generasi emas itu melalui banyak proses salah satunya yaitu dari keluarga dan lingkungan masyarakat," kata Muslimatun saat kampanye bersama lindungi anak di Pendopo Kecamatan Sleman, Rabu (24/5/2017).

Menurutnya, anak-anak usia sekolah termasuk anak-anak berkebutuhan khusus  merupakan generasi emas anak Indonesia. Pemkab, katanya, akan menanamkan kebanggaan mereka sebagai anak-anak Sleman Sembada.

"Anak Sleman Sembada harus berani bertanggung jawab, berani mengatakan tidak ketika tidak benar dan berani mengatakan ya ketika benar dan harus dijalani sepahit apapun seberat apapun," ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas P3AP2KB Sleman  Mafilindati Nur Aini menyampaikan, kampanye Berlian bertujuan untuk mengajak seluruh elemen masyarakat berperan aktif dalam perlidungan anak. Yakni dengan cara memberikan informasi melalui sosialisasi dan edukasi perlindungan anak.

Jika terjadi pelanggaran hak-hak anak, lanjutnya, masyarakat dapat melaporkan kepada pihak yang berwajib. "Masyarakat juga perlu memantau, mengawasi dan juga ikut bertanggung jawab dalam perlindungan anak," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Sekretraris Daerah Sleman Sumadi berharap kampanye Berlian dan Deklarasi Akhiri Kekerasan pada Anak dapat mendukung upaya untuk mewujudkan Kabupaten Layak Anak.

Deklarasi yang di gelar di Kecamatan Sleman, katanya, tidak hanya menjadi tanggungjawab negara, namun menjadi tanggungjawab bersama, baik orang tua, tetangga, teman dan masyarakat.

Menurutnya, anak-anak memiliki hak dasar yang harus dipenuhi seperti hak untuk bermain, hak untuk mendapatkan pendidikan, hak untuk mendapatkan perlindungan, hak untuk mendapatkan identitas, hak untuk mendapatkan status kebangsaan, hak untuk memperoleh persamaan dan hak untuk berperan serta dalam pembangunan.