Kebocoran Air PDAM Sleman Mencapai 15%

26 Mei 2017 18:21 WIB Sleman Share :

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sleman terus berupaya semaksimal mungkin agar aliran air untuk kebutuhan seluruh pelanggan tidak mengalami gangguan

 
Harianjogja.com, SLEMAN- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sleman terus berupaya semaksimal mungkin agar aliran air untuk kebutuhan seluruh pelanggan tidak mengalami gangguan. Salah satu upaya menekan tingkat kebocoran air yakni dengan zona sistem (distrik meteran).

Direktur PDAM Sleman Dwi Nurwata mengatakan dengan sistem tersebut, penurunan tingkat kebocoran bisa dilakukan.

"Deteksi dini kebocoran air terus dilakukan. Tahun lalu kebocoran air mencapai 15 persen dari produksi 310 liter per detik. Tidak mudah menekan kebocoran air karena perlu langkah lebih spesifik," ujarnya, Kamis (25/5/2017).

Menanggapi adanya aduan pelanggan terkait macetnya suplay air, Dwi mengakuinya. Dia menyontohkan, di PDAM Sleman unit Kramen Sidoadung Godean, suplai air sempat terganggu karena ada kerusakan jaringan pipa. Pihaknya sudah berupaya mencari dan mendeteksi kebocoran pipa tersebut selama sepekan.

Selama kebocoran, malam hari aliran air di wilayah tersebut dimatikan untuk mengisi bak reservoar. "Setelah kami telusuri, baru terdeteksi kemarin. Kami segera memperbaikinya, dan berharap agar pelanggan juga memahaminya," terang dia.

Sebelumnya, beberapa pelanggan di wilayah Godean mengeluh karena pasokan air PDAM selama Ramadan menurun. Sukarno, misalnya, warga Kramen, Sidoagung mengeluhkan adanya masalah supply air bersih sejak sepekan lalu.

Menurutnya, air PDAM selalu mati seelah pukul 19.00 dan baru hidup menjelang subuh. Dia tidak mengetahui apakah hal itu merupakan kebijakan dari PDAM atau tidak.

"Yang jelas kondisi itu mengganggu kami, apalagi jika berlanjut hingga Ramadan yang mana banyak kegiatan dilakukan malam hari," ujarnya.